21 Orang Luka, 4 Truk Dibakar

BeritaFoto Sumatera Utara

Bentrok Karyawan PTPN 2 Melawan Warga di Kutalimbaru

BINJAI- Bentrok warga dengan karyawan PTPN 2 kembali pecah. Kali ini terjadi di Kutalimbaru, perbatasan Kota Binjai dengan Deliserdang. Sedikitnya 21 orang luka-luka, dua di antaranya yang merupakan karyawan PTPN 2 mengalami luka tembak. Selain itu, empat truk colt diesel pun dibakar massa.


Peristiwa terjadi di Desa Salang Paku, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Selasa (22/5) sekira pukul 11.00 WIB. Kejadian ini bermula ketika limaratusan karyawan perkebunan dari beberapa kebun seperti Kebun Tanjung Jati, Sawit Seberang, Batang Sarangan dan kebun Gohor, dikumpulkan di rayon C kebun Sei Semayang di Jalan Diponegoro, Kelurahan Tenggurono, Kecamatan Binjai Timur, sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka berencanan
melakukan okupasi (menduduki) lahan eks PTPN 2 di Desa Salang Paku, Kecamatan Kutalimbaru yang telah ditanami jagung oleh warga. Ternyata niat itu sudah tercium. Seratusan warga pun siaga di lokasi tersebut.

Sejatinya karyawan PTPN 2 yang sudah berkumpul di kantor rayon C PTPN2 Sei Semayang sempat diminta kepolisian untuk tidak melakukan okupasi, guna menghindari bentrok. Meski begitu, karyawan yang sudah siap melakukan okupasi ini tetap tak mau mengurungkan niatnya.

Tak mampu mencegah keinginan karyawan PTPN2, petugas kepolisian pun hanya mampu melucuti sejumlah senjata tajam milik karyawan. Setelah dilakukan pelucutan seribuan karyawan mulai menaiki truk yang disiapkan. Dengan semangat, 10 unit truk bermuatan karyawan PTPN 2 menuju lokasi okupasi yang berjarak sekitar 5 km dari kantor rayon C.

Begitu truk-truk pengangkut karyawan PTPN2 terlihat dari kejauhan, teriakan beberapa orang warga mulai terdengar. Mereka saling sahut-sahutan untuk menyiagakan pasukan. Tak lama berselang, 10 unit truk mulai memasuki kawasan okupasi secara beriringan.

Sontak, warga langsung bangkit dan mulai melakukan penyerangan dengan melempar kaca mobil yang paling depan sebelum karyawan turun dari truknya.

Meski jumlah karyawan PTPN2 lebih besar, warga tak gentar. Dengan dihalang-halangi polisi, warga tetap melakukan penyerangan dengan membakar truk yang sudah dilempar batu tadi. Karyawan PTPN 2 pun mulai berhamburan dari atas truk untuk menyerang balik. Tapi, sebelum melakukan penyerangan, warga sudah terlebih dahulu menghalau mereka dan membakar empat unit mobil di belakangnya. Empat truk yang dibakar massa bernomor polisi, BK 9372 MN, BK 9401 MN, BK 0379 HN, dan BK 4813 AB.

Suasana pun kian mencekam ketika sejumlah karyawan dan warga terkena lemparan batu dan senjata tajam. Bahkan, dua orang karyawan PTPN 2, terkena tembakan senapan angin di dadanya.

Para korban langsung dilarikan ke tempat aman oleh masing-masing kubu. Sedangkan petugas keamanan yang berada di lokasi tak mampu berbuat banyak atas peristiwa itu. Mereka kewalahan mengatasi amuk warga yang kian memanas. Aksi pun mulai reda ketika Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon dan Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Sitorus dibantu 70 personel Brimob Subden I A Pelopor tiba ke lokasi dengan membawa gas air mata. Secara perlahan, warga dan pihak perkebunan mulai menarik diri ke tempatnya masing-masing. Sementara petugas kepolisian tetap bersiaga di tengah-tengah kedua kubu, guna mengantisipasi bentrok susulan. Setelah mendengar arahan dari pihak kepolisian, secara beriringan, pihak perkebunan kembali ke kantor rayon C Sei Mencirim.

Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon ketika dikonfirmasi seputar senjata tajam para pelaku bentrokan itu mengatakan, pihaknya sudah sudah melucuti senjata tajam para karyawan PTPN2 dan mengimbau karyawan hanya membawa bambu saja.

“Kalau ada yang lolos satu sampai tiga orang, itu di luar kemampuan kami. Yang pasti sebelum mereka memasuki lokasi bentrok, anggota sudah ada yang melucuti senjata tajam mereka,” ungkap Kapolres.

Saat ditanya terkait bangkai colt diesel milik PTPN 2 yang dibakar warga, Kapolres mengakui kalau mobil tersebut akan dibawa petugas Polsek Kutalimbaru. “Itu kan wilayah hukum Kitalimbaru. Jadi, mobil itu akan dibawa ke sana. Tapi rencananya, mobil itu akan dititip ke Polres Binjai karena mengingat jarak TKP dengan Kutalimbaru cukup jauh,” ucapnya.

Dia menambahkan, dirinya sudah memberi tahukan kepada pihak PTPN 2 untuk tidak melakukan tindakan okupasi, tetapi mereka tetap membandel. “Sejauh ini belum ada tindakan yang kita lakukan. Yang jelas, tahap awal tadi kita sudah melarang PTPN 2 melakukan okupasi,” tegas Musa Tampubolon.
Sementara itu, S Samosir, mantan Kepala Rayon C Sei Semayang, saat dikonfirmasi di lokasi terkait sikap yang diambilnya untuk tetap melakukan okupasi, enggan berkomentar. “Soal itu nanti saja, tapi semua korban sudah dibawa ke rumah sakit Bangkatan, Binjai,” ujarnya.

Ketika dipertegas kenapa ia tetap ingin melakukan okupasi, S Samosir tetap diam seribu bahasa. Namun, salah seorang anggotanya menyambung cerita. “Kami lakukan itu hanya untuk okupasi, bukan seperti ini. Semua peralatan yang kami bawa itu hanya untuk menebang pohon jagung yang ditanam warga,” sambung seorang karyawan PTPN 2 itu.
Kepala Bagian Humas PTPN 2 Rahmuddin menjelaskan insiden penyerangan diduga melibatkan sekelompok penggarap yang mau menguasai lahan hak guna usaha (HGU) perkebunan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu. “Massa yang menolak kehadiran truk itu akhirnya menyerang pekerja dan membakar truk serta merusak,” ucapnya.

Satu korban cedera merupakan Kepala Dinas Tanaman PTPN 2 Irsan (lengkapnya lihat grafis). “Semua pekerja masih menjalani mendapatkian perawatan intensif di Rumah Sakit PTPN II Bangkatan Binjai,” katanya.

Sementara itu Prabu Alam, Ketua Harian Forum Rakyat Bersatu Sumatera Utara mengatakan, sebelum melakukan penyerangan pihaknya telah mendapat kabar pihak PTPN akan melakukan okupasi terhadap lahan warga yang telah ditinggali mereka seluas 5.000 hektar. Namun pihak PTPN, dengan berdasarkan keputusan gubernur SK 188:44 tgl 23 september 2011 melakukan okupasi dan membuat petani emosi dan melakukan penyerangan. “Sebelum petani menyerang, pihak PTPN melakukan pematokan terhadap tanah warga, namun warga tidak terpangaruh, hingga akhirnya warga mendengar dan terpancing dengan akan dilakukan okuvasi,” ucapnya.

Dia menyesalkan sikap PTPN yang tetap bersikeras melakukan okupasi. “Saat itu kita siagakan petani untuk menjaga tanah mereka, mulai dari ujung Langkat, Binjai, Deliserang, dan Serdangbedagai untuk bersiap dan melakukan perlawanan bila pihak PTPN melakukan okupasi terhadap tanah HGU,” ucapnya.

Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang mengatakan pihaknya hanya melakukan pengaman saja dan melakukan tindakkan tegas terhadap kedua belah pihak yang bersalah. “Dalam penyelesaian ini, semua pihak harus duduk bersama mulai dari BPN, pihak PTPN dan warga, begitu juga Muspida untuk membicarakan persoalan tanah PTPN ini, dan masalah korban dalam kejadian ini masih kita selidiki dan didata,” jelasnya. (ndi/gus)

Tentang Bentrokan Warga vs PTPN2

[table]

Lokasi:,” Perbatasan Kota Binjai dengan Deliserdang, tepatnya di Desa Salang Paku, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. ”
Hari: ,Selasa (22/5)
Jam: ,Sekira pukul 11.00 WIB
Latar belakang bentrok: ,Rencana pihak PTPN 2 untuk melakukan okupasi lahan yang telah ditanami jagung oleh warga.
Pelaku: ,”1.  Seribuan karyawan PTPN 2 dari Kebun Tanjung Jati, Sawit Seberang, Batang Sarangan, dan Gohor. 2.    Seratusan warga Desa Salang Paku, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.” [/table]

Kronologis

  1. Sekira pukul 09.00 WIB seribuan karyawan dikumpulkan di rayon C PTPN 2 Kebun Sei Semayang di Jalan Diponegoro, Kelurahan Tenggurono, Kecamatan Binjai Timur.
  2. Warga bersiaga di lokasi dengan berbagai peralatan seperti panah, batu, kelewang, dan senapan angin.
  3. Pihak kepolisian meminta karyawan PTPN 2 untuk tidak melakukan okupasi guna menghindari bentrok. Karyawan tetap ngotot dan menuju lokasi dengan menaiki 10 truk.
  4. Sekira pukul 11.00 WIB, 10 unit truk mulai memasuki kawasan okupasi secara beriringan. Sontak, warga bangkit dan mulai melakukan penyerangan dengan melempar kaca mobil yang paling depan sebelum karyawan turun dari truknya.
  5. Bentrok tak dapat dihindari. Warga membakar empat unit truk.
  6. Korban langsung dilarikan ke tempat aman oleh masing-masing kubu.
  7. Aksi pun mulai reda ketika Kapolresta Binjai AKBP Musa Tampubolon dan Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Sitorus, dibantu 70 personel Brimob Subden I A Pelopor tiba ke lokasi.

Truk colt diesel yang dibakar

  1. BK 9372 MN
  2. BK 9401 MN
  3. BK 0379 HN
  4. BK 4813 AB.

Korban Luka Pihak PTPN 2

  1. Irsan, Kepala Dinas Perkebunan PTPN 2; luka robek pada hidung
  2. Sumarno, pekerja pabrik Sei Semayang; luka robek hidung dan kepala bagian belakang
  3. Suwardi, pekerja kebun Sei Semayang; robek di hidung
  4. Jenal, pabrik Sei Semayang; jari telunjuk tangan kanan putus dan kepala kanan robek
  5. Ngadimen, pekerja pabrik Kualamadu; rusuk kanan memar
  6. Haris, pekerja pabrik Sei Semayang;?
  7. Pudin Sibarani, robek di hidung
  8. Supriono; robek kening kanan
  9. Sudarsono; dada kanan kena tembak senapan angin
  10. Sugianto; memar pada paha kanan
  11. Aliadi; kepala bonyok sebelah kanan
  12. Salomoan Sibarani; memar pada rusuk kanan
  13. Ponisan, warga Kelumpang; kepala robek bagian kanan
  14. Suliadi, warga Tanjung Jati; luka robek di pelipis kanan
  15. Suhardi, warga Tanjung Jati; robek kening kanan.
  16. Pujiono, warga Kuala Binge; kena tembak senapan angin
  17. Anto Keling, Sei Semayang; rusuk kanan memar
  18. Zainal Abidin, sopir truk; kena bacok di bagian perut (diselamatkan oleh warga)

Korban Luka Pihak Warga

  1. Hariadi; luka bacok di bagian punggung
  2. Nurdin; luka bacok di bagian tangan kanan
  3. Sanif; luka bacok di bagian kaki kanan

 

Sejarah Berdarah PTPN 2 vs Warga Penggarap

30 Oktober 2010
Bentrokan antar warga memperebutkan lahan eks HGU PTPN2 di Pasar III dan IV Desa Selambo, Kecamatan Percut Sei Tuan.

22 Januari 2011
Karyawan PTPN 2 Kebun Bandar Klippa di Pasar III Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan terlibat bentrokan dengan warga masyarakat penggarap lahan Kelompok Forum Tani Sejahtera. Dalam bentrokan itu 13 orang menderita luka bacok dari kedua belah yang bertikai.

25 Januari 2011
PTPN 2 membersihkan para warga penggarap dengan mengambilalih paksa lahan di Pasar I, Desa Bandar Khalifa, Kecamatan Medan Tembung yang mengakibatkan salah seorang warga terluka.

28 Januari 2011
BUMN perkebunan mengokupasi lahan di kawasan Selambo, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Selain mengusir para warga penggarap, PTPN mengerahkan ratusan karyawanmembabat habis tanaman warga. Tiga rumah penggarap, mushola, dan sepeda motor terbakar. Dalam aksinya para karyawan dilengkapi kelewang, parang, dan pedang.

9 Februari 2011
Aksi pengrusakan 38 batang pohon sawit milik PTPN 2 di Blok 527 Afdeling III, Kebun Bandar Klippa, Desa Sena, Kacamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang.

4 Maret 2012
Bentrok fisik di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 Sei Semayang, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur.

19 April 2012
Ratusan warga Perbatasan Namo Rube Julu Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, menghadang mobil truk pengakut hasil panen milik PTPN IIDalam peristiwa itu, warga sempat melempari mobil tersebut dengan batu. Sopir truk yang takut menjadi bulan-bulanan warga langsung tancap gas meninggalkan lokasi kejadian.

22 Mei 2012
Ratusan penggarap  bentrok dengan pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II Kebun Sei Semayang di Desa Salang Paku, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.  Sedikitnya 21 orang luka-luka, dua di antaranya yang merupakan karyawan PTPN 2 mengalami luka tembak.

Sumber: Data Olahan Sumut Pos

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *