Curiga, Keluarga Minta Diotopsi

Metropolis

Jenazah Acik dan Anaknya Disemayamkan di Angsapura

MEDAN-Keluarga korban kebakaran Jalan Prof. HM Yamin SH, Gang Bidan Kelurahan Sei Kera Hilir II Kecamatan Medan Perjuangan, Lie Won San alias (74) dan anaknya Richie (11) meminta kedua korban diotopsi.    “Kami curiga dengan kematian bapak dan adik kami. Untuk itu kami sengaja minta jasad ayah dan adik kami diotopsi,” ujar  anak pertama korban, Ricard (17), di instalasi Jenazah RSUD dr Pirngadi Medan, Jumat (19/10). Usai menjalani otopsi, sekitar pukul 17.00 WIB kedua korban selanjutnya dibawa ke Balai Sosial Angsapura, Jalan Waja Medan untuk disemayamkan.

“Kita akan bawa mayat keluarga kita itu ke Balai Sosial Angsapura untuk disemayamkan rencana dikuburkan dimana kita belum tahu, tunggu rembukan keluarga,” kata Jonny, adik ipar Lie Won San (korban) yang saat itu ikut mengurusi mayat kedua korban.


Ricard  menceritakan tentang keadaan keluarganya. Selama ini mereka hidup bertiga, di rumah kontrakan dua pintu yang kini sudah terbakar. Semenjak 2 minggu Lie Won San sakit sakitan, Ricard lah yang mencari nafkah untuk menghidupkan orangtua dan adiknya yang sekarang bersekolah di Hang Kesturi, Jalan Sutomo. Untuk menghidupi keluargannya itu Ricard bekerja sebagai pelayan di rumah makan Seafood Amin di Jalan Sabaruddin.

“Semenjak bapak sakit saya yang mencari tambahan untuk biaya hidup ditambah dari uang jual rumah kami  di Jalan Yosrizal,” katanya.
Ricard menceritakan awal kejadian kebakaran yang menewaskan bapak dan adiknya. Sebelum kejadian dengan posisi mati lampu, Ricard menghidupkan lilin di atas TV di kamar depan dimana tempat bapaknya Lie Won San terbaring karena sakit. Selang setengah jam Ricard berangkat kerja. Tak berapa lama rumah yang ditinggalinya bersama bapak dan adiknya terbakar.

Suasana haru kental terasa saat Ricard dan keluarga menyambangi  kedua jasad korban. Bahkan jerit tangis menggema saat Richard melihat jasad bapak dan adiknya itu. “Semoga saja otopsi ini bisa menjawab kecurigaan kami,”sebutnya. (uma)

Berita sebelumnya: Bapak-Anak Tewas Berpelukan

loading...