2013, Konsumsi Domestik & Investasi Sokong Ekonomi Sumut

Ekonomi

MEDAN- Hingga November 2012, diprediksi pertumbuhan ekonomi Sumut berkisar diangka 6,2 persen. Angka ini termasuk bagus, mengingat pada tahun 2012, beberapa harga komoditas unggulan Sumut, seperti Karet dan sawit mengalami penurunan harga. Belum lagi dengan krisis global yang berdampak pada seluruh negara, tak terkecuali di Indonesia.

Untuk tahun 2013, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumut memprediksi pada 2013 mendatang, pertumbuhan ekonomi tidak akan terlalu berbeda jauh dengan tahun sebelumnya. Atau berada diangka 6,4 persen hingga 6,5 persen. “Walaupun sebenarnya saya yakin bisa lebih dari angka tersebut. Bisa 7 persen atau 7,5 persen,” ujar Ketua Kadin Sumut, Irvan Iskandar Batubara.


Dijelaskannya, angka sementara untuk pertumbuhan Sumut 2012 ini dapat dilihat dari saat ini sudah banyaknya bangunan dan perusahaan berdiri kelas internasional di Medan. Mulai dari rumah sakit, pusat pembelanjaan, hingga perkantoran. Bahkan, kalau diperhatikan, manajemen diperusahaan-perusahaan juga sudah mengacu pada perusahaan internasional.

Pertumbuhan ini juga dapat dilihat dari daya beli masyarakat di Sumut, terutama Medan. “Coba lihat pusat pembelanjaan atau mall di Medan. Kapan sepi?. Terus ramai, ini membuktikan, bahwa kemampuan kita mengkonsumsi sudah baik,” lanjutnya.

Sedangkan untuk prediksi angka pertumbuhan pada 2013 mendatang, dapat mencapai angka 6,4 hingga 6,5 persen, walaupun prediksi lanjutnya angka tersebut pasti akan lebih tinggi. Dimana penyokongnya utamanya adalah konsumsi domestik dan investasi. Selain itu, angka tersebut dapat tercapai mengingat tahun depan akan terjadi beberapa pemilihan umum sebut saja, pilihan kepala daerah dan pemilihan gubernur sumatera utara (Pilgubsu). Karena dengan adanya pilkada dan Pilgubsu ini akan berdampak pada kebijakan dibidang usaha. Sebut saja dalam hal perizinan, dan lainnya. “Saat ini kita single parent, gubernur menjabat wakil gubernur. Jadi, kalau lengkap, maka akan lebih baik untuk pertumbuhan ekonomi Sumut.” tambahnya.

Selama ini, atau tepatnya 10 tahun terakhir ini, peran pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi sumut sangat kecil. Pengusaha bermain dan berjuang sendiri dalam membangun Sumut. Hal ini dapat dilihat dari meninggalnya Gubernur sumut yaitu pak T Rizal Nurdin. Kemudian, Gubsu Sumut yang ditangkap, dan kini single parent. “Dengan kata lain, kita pengusaha kehilangan orangtua, kita berjuang sendiri. Padahal, pemerintah dalam hal ini penentu, penengah. Pengusaha di Sumut bisa berbangga karena daya tahannya sudah teruji,” tambahnya.

Kurangnya perhatian pemerintah dalam hal ini dapat dilihat dari kurangnya infrastruktur Sumut. Yang bila diperhatikan dengan daerah lain, jelas Sumut sangat tertinggal. Misalnya, bila dibandingkan dengan Pekanbaru atau Palembang, yang kemajuannya sangat pesat. “Dua provinsi ini pemerintahannya sangat mendukung. Jadi, jalanan disana mulus dan sangat bagus.” ungkapnya.

Pekanbaru misalnya, ibu kota provinsi ini dalam hal produksi sawit terus mengalami peningkatan. Bahkan, produksinya sudah mengalahkan Sumut. Pilgubsu juga akan memutar uang lebih banyak. Karena agenda partai akan sangat padat. Selain Pilgubsu, hal lain yang mendukung pertumbuhan ekonomi, adalah bandara Kualanamu yang kabarnya akan mulai beroperasi pada 2013. (ram)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *