RSBI Dihapus, Do You Agree?

Apa kabar sobeX, oh iya, kemarin kita sudah lihat tanggapan beberapa rekan tentang kurikulum 2013, kali ini kita punya tema yang gak kalah pentingnya lagi loh, mengenai upaya pemerintah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia apalagi kalau bukan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

Keberadaan RSBI memang terus menuai pro-kontra dari berbagai pihak. Program pemerintah yang satu ini dianggap tidak berpihak kepada siswa miskin, nah ada juga yang mengatakan bahwa program ini harus dipertahankan karena sebuah amanat UU Sistem Pendidikan Nasional.

But, yang sobeX harus tahu, saat ini kabar yang terdengar adalah Mahkamah Konstitusi (MK) telah memberikan keputusan bahwa RSBI dihapuskan. Lagi, lagi dan lagi protespun kembali terdengar dari berbagai pihak. So bagaimana ya sobeX menyikapinya?

Nida Zuhrah siswa kelas XI IPA 1, SMA Dharmawangsa ini sangat setuju dengan keputusan MK yang menghapuskan RSBI dalam dunia pendidikan. Ia menganggap bahwa RSBI hanya akan membuat diskriminasi antara para siswa di Indonesia khususnya Medan. “ Kalau sekolah udah bertaraf internasional, otomatis uang sekolahnya gak sama, seperti uang sekolah yang tingkat regular, otomatis juga, yang bisa masuk ke kelas Internasional adalah siswa-siswa yang ekonomi atas aja. Gimana jadinya kalau dari sekolah aja sudah ada pembedaan antara miskin dan kaya,” katanya, #iya juga Nid…..klo dibedaian antara si kaya dan miskin kayak ya oma-ya oma gitu kesannya, xixixixixi.

Hal senada juga disampaikan oleh Putri Indri, siswa kelas XII SMK N 1 Medan. Menurutnya, pendidikan memiliki tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga tidak pantas bila ada perbandingan-perbandingan antara siswa, karena siswa juga memiliki hak yang sama. “Setuju dengan MK, karena yang kita tahu RSBI selama ini hanya bisa dirasakan oleh orang kaya saja, sedangkan yang miskin hanya bisa melihat dan mendengarkan ceritanya, pembedaan kayak gini seharusnya gak pantas aja,” katanya. Diharapakan Putri, pemerintah harus kembali kepada dasar bahwa pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. #merdeka…

Ternyata tidak semua memiliki pandangan sama loh….buktinya, ketua OSIS MAN 1, Husni Mubarak Hasibuan menilai jika persaingan internasional semakin keras, maka setiap negara memang sudah seharusnya memperjuangkan dirinya untuk mendapatkan tempat dimata dunia, khususnya dalam hal pendidikan. “RSBI bukan satu hal yang mudah, karena memang harus memaksakan diri dengan peraturan pendidikan bertaraf Internasional, tapi keputusan MK menghapuskan RSBI juga tidak bisa disalahkan, mengingat hal sistem Internasional juga belum bisa diterima oleh dunia pendidikan di Indonesia,” katanya.

Selain itu, lanjut Husni, MAN 1 sebenarnya sudah menggunakan sistem Internasional Standart Organization dan ketika berjalan tidak ada pengaruhnya kepada siswa-siswa kelas bawah. “Internasional Standart Organization sudah diterapkan disini, tapi gak ada pengaruhnya juga kok sama yang bawah. Nah, sekarang tergantung kebijakan, ide dan penerapan yang dilakukan oleh pemerintahnya sendiri, atau kalau di sekolah kebijakan dari Kepala Sekolahnya, sehingga tak ada pihak yang terkucilkan atau dibeda-bedakan.” Katanya. #Selama ini mungkin kepala sekolahnya aj ya yang sering nyalahi jabatannya,.
Sementara itu, ketua Osis MAN 2 Model, Ahmad Fauzi juga berpendapat sama, RSBI harus tetap dijalankan mengingat RSBI dirancang untuk memajukan pendidikan. “Karena dengan RSBI para pemuda di Indonesia menjadi lebih pintar dan lebih maju lagi maka efeknya Indonesia dapat menjadi negara yang maju, karena maju atau tidaknya suatu negara tergantung pemuda yang ada pada negara itu. Nah, RSBI itu memang harus dijalankan,” ujarnya.

Lanjutnya, siswa yang ekonominya kurang mampu sebenarnya tidak menjadi penghalang atau masalah jika pemerintah memberikan bantuan kepada rakyat miskin untuk bersekolah, “kalau sudah begitu,walaupun banyak uang negara yang dikeluarkan,uang tersebut akan kembali pada saat negara Indonesia sudah menjadi negara yang maju,” katanya.

Ternyata selaian ada pro dan kontra juga ada yang nanggung ni sob.., buktinya Camelia, siswi kelas XI IPA SMA N 5 Medan menyampaikan bahwa penerapan RSBI di sekolah malah mengatakan ada pentingnya ada enggaknya. #Gak teguh pendirian kali nich kayaknya si Camel, (canda ya!!).

“Pentingnya RSBI disekolah adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa juga dapat menyamakan sekolah yang bertaraf internasional. Kelemahannya adalah RSBI juga dapat menjadi hambatan bagi siswa yang miskin juga warga miskin karena biayanya cukup mahal. Bisa sekolah saja sudah cukup apalagi untuk sekolah yg bertaraf internasional,” katanya. Maka, ide ataupun keputusan MK menghapus RSBI di Indonesia adalah baik sehingga tidak ada ada lagi suara-suara sumbang tentang adanya perbedaan-perbedaan di suatu sekolah. Apapun ceritanya sobeX tetap mendukung kebijakan pemerintah demi kemajuan pendidikan di Indonesia..Bravo.  (uma/put)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *