Dr Dra Ivan Elisabeth Purba MKes Jadi Rektor USM Indonesia

Tiga Dasawarsa Yayasan Sari Mutiara Mengabdi di Bidang Pendidikan

Keluarga besar Yayasan Sari Mutiara menggelar peringatan tiga dasawarsa Yayasan Sari Mutiara mengabdi dibidang pendidikan, Selasa (29/1). Dalam acara ini diresmikan perubahan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mutiara Indonesia menjadi Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia.

ALAM pertemuan ini, Dr Dra Ivan Elisabeth Purba MKes menjadi Rektor USM Indonesia periode 2013-2017 yang dilantik Dewan Pembina Yayasan Sari Mutiara yang juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Parlindungan Purba SH MM.

HADIRI PELANTIKAN: Dr Dra Ivan Elisabeth Purba MKes (7 kiri) bersama undangan pelantikan Rektor USM Indonesia, Selasa (29/1).
HADIRI PELANTIKAN: Dr Dra Ivan Elisabeth Purba MKes (7 kiri) bersama undangan pelantikan Rektor USM Indonesia, Selasa (29/1).

Sedangkan izin USM Indonesia berdasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 10/E/O/2013 diserahkan Prof Dian Armanto MA MPd MSc PhD kepada Ketua Yayasan Sari Mutiara Drs Washington Purba.

Pada kesempatan ini juga diberikan apresiasi dan penghargaan kepada para pimpinan lembaga pendidikan Sari Mutiara yang dalam kurun waktu 30 tahun mengabdi dalam bidang pendidikan di Sumut. Hadir dalam acara ini Konsul Jenderal dari India, Jepang dan Malaysia, Kepala Badan Diklat Sumut Prof Dr Zainuddin MPd, Ketua Aptisi Sumut Dr H Bahdin Nur Tanjung SE MM.

emudian, Sekretaris Aptisi Sumut Ir H Ukhwatul Akhyar MM, Rektor ITM Prof Dr Ilmi Abdullah MSc, Rektor Universitas Sutomo H Ramli J Marpaung, tokoh masyarakat Dr RE Nainggolan, Indra Wahidin, Tansri Chandra, dr Sofyan Tan, Nurlisa Ginting dan undangan lain.

Dalam usia 30 tahun, menurut Parlindungan Purba, Yayasan Sari Mutiara adalah sebuah yayasan yang awalnya bernama Yayasan Sitanggang Purba, bergerak dalam bidang pelayanan rumah sakit dan pendidikan. Diawali dengan pelayanan seorang perempuan muda, Bidan Sauria Sitanggang, yang didampingi suami tercinta, Drs Washington Purba, mereka menggeluti keseharian kehidupan dengan melayani pasien di rumah.

Anggota DPD RI menambahkan, yayasan ini merealisasikan gagasan baru dengan mengawali kiprahnya dalam dunia pendidikan dengan mengajukan pendirian Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Sari Mutiara Medan kepada Departemen Kesehatan RI. Pada tahun 1982, Yayasan Sari Mutiara diberi kepercayaan menyelenggarakan SPK hingga akhirnya menjadi USM Indonesia.

Dari sisi tenaga pendidik Yayasan memberikan dukungan bea siswa bagi 40 orang dosen yang mengikuti studi lanjut ke S2 dan program S3, baik di Medan, Pulau Jawa dan luar negeri (Thailand). Sebagian diantaranya sudah ada yang telah menyelesaikan studinya dengan prestasi membanggakan.
Selain itu pembenahan bidang akademik, proses administrasi KRS-KHS dilaksanakan secara IT.

USM Indonesia mimiliki 17 program studi. Fakultas Ilmu Kesehatan (Ilmu Kesehatan Masyarakat S1, Ners Profesi, Keperawatan S1, Psikologi S1, Keperawatan D3, Kebidanan D3, Analis Kesehatan D3 dan Tehnik Elektro Medik D3) Sedangkan Fakultas MIPA (Kimia S1), Farmasi S1 dan Analisa Farmasi & Makanan D3), Fakultas Ekomoni (Akuntansi S1 dan Manajemen S1), Fakultas Ilmu Komunikasi (Ilmu Komunikasi S1 dan Perpustakaan S1), Fakultas Hukum (Ilmu Hukum S1) dan Program Pasca Sarjana (Ilmu Kesehatan Masyarakat S2). (*)

loading...
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *