Pacu Percepatan Pembangunan yang Adil dan Peduli Sosial
  • Dipublikasikan pada: Mar 20, 2013 Dibaca: 378 kali.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman menghadiri berbagai acara di Sumut, Selasa (19/3) dalam upaya memacu pembangunan Sumut yang lebih baik.
KEHADIRAN Ketua DPD RI yang dikenal ramah dan dekat dengan masyarakat ini antara lain menghadiri pelantikan Forum Relawan Pemadam Kebakaran Sumut dan membuka international seminar on fire and flood fighting di Hotel Soechi.

BUKA SEMINAR:  Irman Gusman membuka international seminar on fire and flood fighting  Hotel Soechi.

BUKA SEMINAR: Irman Gusman membuka international seminar on fire and flood fighting di Hotel Soechi.


Irman juga menghadiri peringatan dua tahun monumen keadilan di Jalan S Parman Medan, mengunjungi YPAC Medan, melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Markas PMI di Jalan Adinegoro Medan, talk show di Radio Lite FM dan membuka Musabaqah Tilawati Quran (MTQ) Kota Medan.

Ketua DPD RI Irman Gusman menyebut dari perjalanan di Sumut menghadiri berbagai acara banyak berdialog dengan berbagai lapisan masyarakat termasuk para relawan pemadam kebakaran dan bencana di Sumut. ‘’Pembentukan forum relawan dipimpin Parlindungan Purba ini merupakan inisiatif yang baik dan harus diapresiasi karena melibatkan masyarakat dalam penanganan bencana di Sumut,’’ kata Irman usai talk show di Radio Lite FM.

Dalam rangka kehadiran monumen keadilan yang telah berusia dua tahun, Irman pun berharap peringatan ini dapat menjadi momentum mewujudkan keadilan di Indonesia yang masih jauh dari yang diharapkan. ‘’Jauh panggang dari api. Masyarakat meminta pemerintah lebih memberi perhatian mewujudkan keadilan tersebut,’’ tegas dia.

Terhadap masyarakat yang kurang beruntung karena cacat, Ketua DPD RI juga memberikan perhatian serius. Menurut dia, mereka harus diberikan semangat untuk dapat meraih kesuksesan. Irman pun berharap adanya peletakan batu pertama pembangunan markas Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut yang sudah berhasil mengumpulkan dana pembangunan lebih dari Rp5 miliar.

Guna lebih banyak menyerap aspirasi masyarakat Sumut, Irman menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat melalui talk show dari Radio Lite FM. ‘’Masyarakat Sumut sangat kritis, dimana dari talk show banyak masyarakat menginginkan Sumut lebih maju,’’ katanya.

Mengenai keluhan padam listrik di Medan selama hampir 10 jam, Irman menegaskan bahwa hal ini karena adanya kesalahan manajemen sehingga harus ada pertanggungjawaban terhadap publik. “Masyarakat pun dapat mengajukan class action agar hal semacam ini tidak lagi terulang,’’ tegasnya.

Dan, diakhir rangkaian kunjungan di Medan akan mebuka MTQ Kota Medan untuk mendorong peningkatan pengamalan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Menanggapi berbagai aspirasi masayarakat Sumut, Irman menegaskan, keberhasilan pembangunan di Sumut juga bergantung pada leadership pemerintahan di Sumut. ‘’Pemerintah dalam hal ini bukan saja Gubsu namun juga DPRD Sumut dan kabupaten/kota,’’ imbuhnya.

Untuk itu, lanjut dia, perlu mengelola leadership pemerintahan berkolaborasi dengan wakil-wakil rakyat di daerah dan pusat. ‘’Nah untuk menyamakan persepsi ini, harus dapat diperjuangkan aspirasi daerah baik di tingkat nasional maupun di daerah tersebut,’’ katanya.

Secara khusus, Irman memberi apresiasi terhadap kinerja DPD asal Sumut yang melaksanakan kerja-kerja politik untuk kemajuan daerah. ‘’Penilaian saya, empat anggota DPD asal Sumut telah bekerja dengan baik sesuai dengan bidang dan power leadershipnya. Mereka punya tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat. Kalau mereka tak berbuat, pada periode berikutnya mereka tak akan dipilih rakyat pasa Pemilu 2014,’’ imbuhnya.

Berkaitan dengan hasil Pilgubsu 2013, Irman juga memberi perhatian. ‘’Prinsip demokrasi, sesungguhnya dalam pemilihan yang penting bukan dalam soal menang atau kalah. Yang terpenting bagaimana agar pelaksanaannya berlangsung dengan baik dan damai. Kadang kala, yang kalah dengan elegant pun bisa mendapat apresiasi dari masyarakat. Penilaian tertinggi bukan menang, tapi bagaimana menerima sebuah prose,’’ katanya. (*)

TAGS :
loading...