Damai Dulu Demi Raja
  • Dipublikasikan pada: Dec 5, 2013 Dibaca: 378 kali.

Yingluck Shinawatra

Yingluck Shinawatra


BANGKOK, SUMUTPOS.CO – Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra kembali ngantor di Istana Negara kemarin (4/12). Dia sudah 5 hari berada di markas polisi untuk menghindari gangguan keamanan karena protes anti pemerintah. Untuk sementara, kondisi keamanan Bangkok stabil setelah pemerintah dan demonstran menyepakati perdamaian sementara demi memperingati hari jadi Raja Bhumibol Adulyadej ke-86 hari ini (5/12).

Sekembalinya ke istana, Yingluck langsung mengadakan sidang kabinet dengan sejumlah pejabat bidang perekonomian. Malamnya adik mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra itu bertolak ke Kota Hua Hin. Di situ raja akan merayakan ulang tahun.

Meski demonstran berjanji beraksi damai, kemarin sejumlah orang tetap berusaha merobohkan barikade beton, memotong kawat berduri, dan memanjat pagar markas kepolisian di Bangkok pusat. Namun, aksi brutal tersebut tidak berlangsung lama. Sebab, polisi memutuskan untuk membuka gerbang dan mengizinkan ratusan demonstran masuk ke halaman markas. Setelah merayakan klaim kemenangan mereka secara simbolis, massa kemudian keluar dengan damai.

Aparat menggunakan strategi yang sama dengan sehari sebelumnya ketika terjadi bentrokan antara polisi dan demonstran yang berupaya menduduki sejumlah kantor pemerintahan, termasuk istana presiden. Langkah pemerintah itu, tampaknya, bertujuan untuk menawarkan jalan keluar dari krisis tanpa merasa dikalahkan dalam silang sengkarut politik tersebut. Sejauh ini sebanyak 5 orang tewas dan 277 lainnya terluka sejak bentrokan akhir pekan lalu.

Milad Raja Thailand Bhumibol Adulyadej merupakan sebuah tradisi penting di Thailand. Warga akan menyaksikan pidato raja melalui layar kaca dan mengetahui pandangan kerajaan terhadap demonstrasi yang terjadi.

Bhumibol adalah monarki konstitusional yang tidak memiliki peran politik formal. Tetapi, dia sering berperan penting dalam meredam kisruh politik dan dipandang sebagai sosok pemersatu bangsa. Karena itu, kekerasan politik di hari ulang tahunnya adalah bentuk pelecehan terhadap raja.

Sang monarki terlama di dunia itu telah beberapa kali sakit dalam beberapa tahun terakhir. Pada Agustus dia dilaporkan meninggalkan rumah sakit di Bangkok setelah dirawat di sana selama beberapa tahun. Saat ini dia tinggal di istana di pinggir pantai di Hua Hin bersama Ratu Sirikit.

Sementara itu, sebagai bagian dari gencatan sementara, ribuan demonstran membubarkan diri dari pusat aksi mereka di Monumen Demokrasi. Sebagian di antara mereka bergabung dengan polisi dan petugas kebersihan membersihkan trotoar dan jalanan di sekitar simbol kota Bangkok tersebut. Mereka menyapu sampah, puing, dan bebatuan yang ditinggalkan demonstran saat berkemah di sana lebih dari sepekan.

’’Kami membantu membersihkan (Monumen Demokrasi) demi sang raja yang akan merayakan ulang tahun,’’ jelas Palita Nutchoei, 37, seorang demonstran yang terlihat menenteng sapu. ’’Tapi, kami akan terus berdemo. Sebab, kami merasa belum menang,’’ tambahnya.

Sejumlah bentrokan terparah terjadi di luar Istana Presiden ketika massa melemparkan bom molotov dan batu ke arah polisi. Aparat membalasnya dengan tembakan gas air mata, peluru karet, dan meriam air.

Pemimpin Demonstran Suthep Thaugsuban menegaskan, massa akan melanjutkan aksinya untuk melengserkan pemerintahan Yingluck yang dianggap hanya menjadi boneka kakaknya, Thaksin Shinawatra. ’’Setelah perdamaian sementara berakhir Kamis (hari ini), perjuangan kami akan berlanjut pada Jumat (6/12),’’ tandasnya. (AP/AFP/cak/c14/dos)

loading...
TAGS :