Pencarian Pesawat Hilang Libatkan Dukun Kondang Malaysia

Internasional
Ibrahim Mat Zin Raja Bomoh, dukun kondang Malaysia.
Ibrahim Mat Zin Raja Bomoh, dukun kondang Malaysia.

SHAH ALAM, SUMUTPOS.CO – Pencarian pesawat Malaysia Airlines yang hilang dalam rute penerbangan Kuala Lumpur-Beijing tidak hanya melibatkan peralatan modern dalam skala besar. Bahkan, dukun pun ikut dilibatkan untuk melacak pesawat bernomor penerbangan MH370 yang sampai saat ini tak diketahui keberadaannya sejak menghilang dari pantauan radar Sabtu (8/3) dini hari lalu.

Senin lalu (10/3), seorang dukun tenar bernama Ibrahim Mat Zin muncul di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Ia mengaku diundang oleh pejabat penting Malaysia untuk ikut mencari keberadaan pesawat yang masih misterius itu. Dalam istilah setempat, dukun atau paranormal sering disebut dengan ‘bomoh’.

Saat muncul di KLIA, Mat Zin yang ditabalkan sebagai Raja Bomoh Sedunia Nujum itu datang dengan membawa perangkap ikan dan teropong bambu. “Kami gunakan perangkap ikan dan teropong bambu untuk melihat dan meminta korban agar segera ditemukan sesegera mungkin,” katanya kepada media.


Sebelum memasuki KLIA, Mat Zin berdoa. Namun, dia belum bisa memastikan keberadaan pesawat Boeing 777-200 yang hilang itu. “Dalam doa saya, mata saya sakit dan pandangan saya gelap. Saya pikir pesawat masih di udara atau sudah jatuh ke laut,” katanya tanpa bisa memastikan.

Karenanya Mat Zin mengaku akan datang lagi dalam waktu dekat ini. “Saya akan datang ke sini (KLIA, red) dalam dua hari ini setelah berdoa dan saya akan bawa sesuatu,” ujar pria 50 tahun yang namanya tenar setelah membantu mencari para korban dalam sejumlah kasus besar seperti tragedi Tanah Genting, banjir Kuala Dipang dan pembunuhan Muna Fendy itu.

Pemerintah Malaysia pun mengapresiasi segala upaya dan bantuan untuk melacak pesawat yang mengangkut 239 orang itu. Meski demikian pemerintah di negeri jiran itu mengingatkan agar penggunaan dukun untuk membantu pencarian pesawat yang hilang tidak bertentangan dengan syariat Islam.

“Kami mengapresiasi seluruh bantuan. Tapi metode yang digunakan harus sesuai ajaran Islam,” kata Datuk Seri Jamil Khir Baharom, menteri yang membidangi urusan Islam di kantor Perdana Menteri seperti dilansir laman The Star dari kantor berita Malaysia, Bernama. (ara/jpnn)

loading...