• Romantisme Berlatar Keindahan Balige di Danau Toba
Romantisme Berlatar Keindahan Balige di Danau Toba
  • Dipublikasikan pada: Oct 23, 2014 Dibaca: 390 kali.

Liputan6/repro LAUNCHING: Produser ToBa Dreams Dr TB Silalahi (2 kanan) memotong tumpeng bersama para pendukung film ToBa Dreams dalam soft launching ToBa Dreams di Jakarta, Minggu (19/10).

Liputan6/repro
LAUNCHING: Produser ToBa Dreams Dr TB Silalahi (2 kanan) memotong tumpeng bersama para pendukung film ToBa Dreams dalam soft launching ToBa Dreams di Jakarta, Minggu (19/10).


SUMUTPOS.CO – Toba Dreams yang telah memulai produksinya pada 20 Oktober 2014 dan tanyang tahun depan ini mengambil lokasi syuting di beberapa kota seperti Jakarta, Tangerang, dan Balige, Sumatera Utara. Film ini disutradarai Benny Setiawan dan diproduseri mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Kabinet Pembangunan VI Letjen (purnawirawan) Dr TB Silalahi SH. Cerita dalam film ini memang mengadaptasi dari sebuah novel dari judul yang sama.

Toba Dreams sendiri bercerita perjuangan Sersan Tebe (Mathias Muchus) dengan penuh perjuangan mengurus anak-anaknya. Mengurus anak tak semudah yang dibayangkan Tebe, ia harus mengalami kesulitan saat anak sulungnya Ronggur (Vino G Bastian) yang memberontak ketika bertemu wanita beda agama bernama Andini (Marsha Timothy).

Andini adalah perempuan berdarah Jawa ningrat yang kaya raya. Tinggal di Jakarta membuat Andini meninggalkan adat istiadat keluarganya. Hingga akhirnya dia bertemu dengan Ronggur dan menjalin hubungan cinta bersama laki-laki asal Balige itu.

Kisah Sersan Tebe dan anaknya bermula dan berujung di keindahan Balige di Danau Toba. Film ini juga dibintangi Haikal Kamil, serta Jajang C. Noer.

Mathias Muchus mengakui perannya kali ini sedikit berbeda dari peran-peran sebelumnya. Artis berdarah minang ini mengatakan, disuguhi peran sebagai prajurit adalah tantangan tersendiri. Pasalnya, tak mudah mendapatkan sosok seorang prajurit itu sendiri.

“Saya memang aktor, tugas saya selalu berpindah dari satu karakter ke karakter lainnya, tapi mendapatkan jiwa prajurit yang sangat nasionalis itu sulit butuh proses yang tidak sebentar,” kata Mathias yang ditemui di Batalion Kavaleri 9, Yonkav Cobra, Serpong, BSD, Rabu (22/10).

Suami dari Mira Lesmana ini memang selalu tertantang dalam peran yang penuh dengan luapan emosi. Terbukti dirinya telah berhasil memainkan beberapa film dengan karakter yang berbeda.

“Saya sudah pernah perankan polisi, jaksa, bahkan presiden di film Soekarno: Indonesia Merdeka. Tapi peran prajurit ini memang tersulit,” papar Mathias.

Namun, tantangan dalam sebuah peran telah memberikan sedikit banyak nuansa baru dalam kehidupan Mathias sendiri.

Ia akan tetap berusaha hingga sukses membintangi film ToBa Dreams yang akan tayang 3 April 2015 mendatang.

Sedangkan bagi Marsha Timothy, film ini merupakan tantangan pertama bermain bersama suaminya Vino G Bastian, usai melahirkan.

”Ini memang film saya ambil setelah cuti punya anak. Tetapi, sebelum syuting film ini sudah syuting film sebelumnya dan akan tayang juga tahun depan,” kata Marsha.

Bagi Marsha, ada perbedaan suasana syuting film setelah dia menikah dan punya anak. Pada syuting kali ini, dia mengajak putrinya, Jizzy. Terlebih syuting dilakukan di tiga lokasi berbeda selama sekitar 40 hari. Apalagi kali ini Vino akan selalu mendampinginya.

Menurut perempuan yang memulai debutnya di film Ekspedisi Madewa itu, putrinya sudah terbiasa dengan lingkungan kerja ayah dan ibunya. “Dia sudah terbiasa ikut traveling sama kami. Tentu kami juga mempersiapkan kebutuhannya sebaik-baiknya. Makanya, anak tetap dibawa,” tegasnya. (jpnn/bbs/tom)

loading...
TAGS :