Kejatisu Telusuri Aset Kepala Kopkar Pertamina

Khaidar Aswan, Kepala Kopkar Pertamina UPMS-1 Medan, jadi tersangka utama kredit fiktif di BRI Agro.
Khaidar Aswan, Kepala Kopkar Pertamina UPMS-1 Medan, jadi tersangka utama kredit fiktif di BRI Agro.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) pengusutan kasus dugaan korupsi kredit fiktif koperasi karyawan (Kopkar) PT Pertamina pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Agro Jalan S Parman Medan, terus berlanjut.

“Kasus Kopkar Pertamina masih berjalan. Tidak hanya satu lembaga keuangan yang kita mintai keterangan,” kata Kepala Kejatisu (Kajatisu), M. Yusni kepada wartawan, Kamis (11/12).

Yusni mengatakan hal itu dilakukan karena, kredit fiktif tersebut terjadi pihak tersangka utama, Khaidar Aswan melakukan peminjaman dibeberapa bank dengan jaminan yang sama. “Jadi ada bank memberi pinjaman dengan jaminan yang sama,” sambungnya.

Sedangkan untuk penyitaan aset-aset Khaidar Aswan yang tersebar di daerah Batang Kuis, Kab. Deliserdang, “Semuanya sedang kita telusuri,” ucap mantan Kajati NAD itu. Sementara itu, Kasi Penkum Kejatisu, Chandra Purnama yang dikonfirmasi ulang mengatakan belum ada perkembangan yang lebih lanjut.

Sedangkan untuk ahli-ahli yang dijadwalkan bakal dimintai keterangan yakni dari Universitas Sumatera Utara (USU) dan Bank Indonesia (BI) belum ada dijadwalkan. “Belum ada penjadwalan untuk ahli dari BI dan USU,” ucap Chandra saat dikonfirmasi, Kamis (11/12) siang.

Dalam kasus ini, Kejatisu telah menetapkan 3 tersangka yakni Khaidar Aswan, Kepala Kopkar Pertamina UPMS-1 Medan dan dua tersangka lain dari pihak BRI Agro yakni Kepala Cabang Pembantu (KCP) BRI Agro S Parman, Sri Muliani dan Account Officer (AO) BRI agro S Parman Bambang Wirawan.

Dimana Sebelumnya diketahui dari Ketua tim penyidik pidsus Kejatisu, Dharmabela Timbasz dengan gamblang mengatakan Khaidar Aswan selain melakukan kredit fiktif di BRI Agro juga melakukan di dua bank, yakni Bank ICB Bumi Putera dan Bank Syariah Mandiri (BSM). “Kita juga sedang selidiki Bank ICB Bumi Putera dan BSM. Karena mereka juga korban dari tersangka utama itu,” terangnya

Untuk mendalami kasus tersebut, kata Dharmabela, timnya terus menyelidiki ke 5 wilayah Pertamina UPMS-I. Bahkan diketahui, para pegawai yang difikitifkan oleh Khaidar Aswan berasal dari 5 wilayah yakni NAD, Medan, Padang, Riau dan Kepulauan Riau. “Para pegawai yang fiktif-fikif itu dari 5 wilayah. NAD, Medan, Padang, Kepri dan Riau. Dari total 5 wilayah itu ada 589 orang yang difiktifkan tersangka (Khaidar Aswan),” tandasnya.

Kredit fiktif ini bermula dari para tersangka, yang diduga cara melakukan pemberian kredit karyawan kepada karyawan PT Pertamina Medan melalui koperasi karyawan Pertamina UPMS-1 Medan. Yakni dengan mengajukan fasilitas kredit kepada Bank BRI Agro. Namun banyak ditemukan keganjilan diantaranya pemalsuan dokumen legalitas, tanda tangan hingga slip gaji.

Para tersangka diduga melakukan kredit fiktif dengan memalsukan dokumen, legalitas, individu atas beberapa debitur berupa KTP. Dari sesuai pemeriksaan Kepala cabang pembantu (KCP) dan pengakuan AO KCP, pihak Bank tidak melakukan verifikasi dokumen kredit.

Selain itu, slip gaji juga tidak disahkan oleh pejabat yang berwenang di Pertamina dan hanya dibubukan stempel koperasi karyawan. Kemudian form pembukaan tabungan tidak diisi dengan lengkap dan tidak ditandatangani oleh debitur. Serta verifikasi dokumen kredit juga tidak dilakukan dengan PKL.(gus/trg)

loading...
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *