Janda Ini Selipkan Sabu di Jilbab dan Bra, Ketahuan karena…

Berita Foto2 Hukum & Kriminal
Foto: Hulman/PM Janda dua anak, Agani Salmiaty, yang menjadi kurir sabu dengan menyelipkan sabu di jilbab dan branya.
Foto: Hulman/PM
Janda dua anak, Agani Salmiaty, yang menjadi kurir sabu dengan menyelipkan sabu di jilbab dan branya.

DELISERDANG, SUMUTPOS.C0 – Diiming-imingi upah sebesar Rp20 juta, janda dua anak nekat jadi kurir sabu seberat 500 gram. Belum lagi menikmati hasilnya, Agani Salmiaty (46) diamankan petugas Avsec Bandara KNIA ketika hendak terbang dengan tujuan Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (6/10) sekira pukul 11.00 WIB.

Informasi diperoleh, siang itu janda dua anak berencana ini mau terbang dengan menumpang pesawat Lion Air JT 972 dengan nomor seat (tempat duduk) 16 E ke Balik Papan transit di Batam. Setelah check in, wanita yang menjanda sejak tiga tahun ini turun ke lantai dasar untuk memasuki ruang tunggu naik pesawat.

Sebelum turun, petugas Avsec curiga melihat IRT asal Desa Keude Alue Rhang, Kecamatan Peudada, Bireun, Aceh tersebut karena berjalan agak keberatan. Ketika petugas hendak memeriksa Agani dengan alat X Ray. Agani menolak dengan alasan jika dirinya seorang perempuan. Namun petugas tak kehilangan akal, petugas Avsec wanita pun dipanggil untuk memeriksa Agani.


Saat diperiksa dengan X-Ray, dipastikan Agani membawa narkoba. Saat digeledah, empat bungkus sabu dalam plastik masing-masing seberat 100 gram yang dimasukkan dalam kaos kaki diselipkan di bra yang dikenakannya. Satu bungkus lagi diselipkannya di jilbab.

Dengan barang bukti itu, petugas pun memboyong Agani dan selanjutnya diserahkan ke Sat Narkoba Polres Deli Serdang. Sementara itu, Agani mengaku baru pertama kali naik pesawat.

Dikatakannya, ia nekat membawa sabu dan mengantarkannya ke Balikpapan karena dijanjikan mendapat upah sebesar Rp20 juta, oleh pria yang dikenalnya lewat telepon. Akan tetapi, lanjut Agani sambil menangis, upah yang dijanjikan belum diterima karena akan dibayar bila sampai di tempat tujuan yang disepakati.

DIPANDU LEWAT TELEPON
Diakui Agani, sebelum tiba di Bandara KNIA, ia di pandu oleh pria yang menghubungi lewat telepon hingga tiba di Medan, Senin (5/10). Menuju Medan, ia menumpangi bus penumpang jenis L-300 dan turun di kawasan Petisah.

Saat naik becak, Agani yang mengaku baru pertama kali kurir sabu itu disetop seorang pria tak dikenalnya. Selanjutnya, pria tersebut memberikannya 5 bungkus sabu. “Saat itu, aku langsung diberikannya tiket untuk ke Balikpapan. Sedangkan ongkos taksi aku tanggung sendiri,”akunya.

Agani juga mengaku, jika dirinya hanya lah seorang butuh tani yang mendapat upah di ladang orang lain. Namun saat diamankan atas kasus sabu tersebut, terlihat dua jari sebelah kanan Agani melingkar dua buah cincin emas dan tangan sebelah kiri terlilit jam tangan mewah. “Aku tidak kenal dengan pria itu, aku hanya tergiur dijanjikan upah Rp20 juta untuk biaya sekolah anakku,”dalihnya.(man/pmg/han)

loading...