Aceh Dilanda Banjir, Lintas Barat Lumpuh

Foto: SUDIRMAN HAMID/RAKYAT ACEH/JPNN Bangunan yang rusak akibat luapan sungai Alue Paku di Desa Blanggeulinggang, Sawang, Aceh Selatan, Sabtu (12/12).
Foto: SUDIRMAN HAMID/RAKYAT ACEH/JPNN
Bangunan yang rusak akibat luapan sungai Alue Paku di Desa Blanggeulinggang, Sawang, Aceh Selatan, Sabtu (12/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Banjir telah banyak menimbulkan kerugian di Aceh. Sejak hujan deras yang mengguyur sepanjang Jumat (11/12) hingga Sabtu (12/12) malam, berbagai daerah dihajar banjir. Dari ribuan rumah yang terendam, berbagai fasilitas umum tergenang, beberapa jembatan ambruk, hingga Jalan Lintas Sumatera lintas Barat pun lumpuh.

Seperti kemarin, ada lima jembatan di Kabupaten Aceh Barat Daya ambruk. Lima jembatan permanen itu berada di Kecamatan Setia, Lembah Sabil dan Kecamatan Manggeng sehingga hubungan darat antardesa menjadi terputus. Bukan saja jembatan permanen itu yang ambruk, jembatan penghubung di Desa Lhang, kecamatan yang sama juga ambruk, sehingga tidak bisa dilalui masyarakat dan menghacurkan saluran irigasi di sana.

“Kalau tanggul dan saluran irigasi, hampir 75 persen mengalami kerusakan, termasuk badan jalan kawasan Drien Leukiet, Kecamatan Kuala Batee, putus total dengan panjang sekitar 60 meter,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Aceh Barat Daya Rahwadi kemarin.

Badan Penangulangan Bencana Kabupaten ini menyatakan 18 unit rumah hanyut terbawa arus banjir dan 329 kepala keluarga atau 14,874 jiwa mengungsi ke masjid dan sanak keluarga.

Bantuan tanggap darurat telah disalurkan Dinas Sosial, begitu juga dengan pembersihan lumpur di badan jalan nasional, tempat-tempat ibadah sudah mulai dilakukan oleh tim BPBK dengan mengunakan mobil pemadam kebakaran.

Foto: IBRAHIM ISTRA/RAKYAT ACEH/JPNN Sejumlah kendaraan melewati jalur lintas Meulaboh-Medan yang tergenang banjir di Gampong Kuta Tring, Darul Makmur, Nagan Raya, Sabtu (12/12).
Foto: IBRAHIM ISTRA/RAKYAT ACEH/JPNN
Sejumlah kendaraan melewati jalur lintas Meulaboh-Medan yang tergenang banjir di Gampong Kuta Tring, Darul Makmur, Nagan Raya, Sabtu (12/12).

Banjir juga melanda banjir melanda daerah Pidie, Meulaboh, Aceh Selatan, Nagan Raya, dan Biruen. Di Kabupaten Aceh Selatan, akibat banjir bangunan irigasi jebol, jembatan gantung putus, jalan aspal terkelupas dan amblas. Selain itu, ratusan rumah penduduk tergenang air dan lumpur serta rusak, sawah terancam gagal tanam serta ternak mati terbawa arus.

Koordinator Search and rescue (SAR) Aceh Selatan, Mey Fendri menyebutkan, sedikitnya delapan kecamatan dalam kabupaten Aceh Selatan terimbas banjir akibat meluapnya beberapa sungai. Peristiwa banjir diawali hujan deras sejak sore kemarin hingga malam hari.

Di Nagan Raya, 7.283 kepala keluarga (KK) atau 28.141 jiwa di sembilan kecamatan menjadi korban banjir, hanya satu kecamatan yang tidak terendam banjir, yaitu Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Bukan hanya itu, banjir pada akhir tahun 2015 ini membuat Jalan Negara Lintasan Meulaboh-Medan delapan jam lumpuh total. (dir/mag-59/rah/ria/rgp/rbb)

loading...
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *