Jokowi Mendarat, Langsung Tinjau Jalan Tol

Foto: ANDRI GINTING/SUMUT POS Kendaraan melintas di bawah ruas tol Medan-Kualanamu yang sedang dibangun, rabu (25/2). Pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi terus berlanjut, bahkan pada ruas jalan Medan-Binjai dalam proses tender.
Foto: ANDRI GINTING/SUMUT POS
Kendaraan melintas di bawah ruas tol Medan-Kualanamu yang sedang dibangun, rabu (25/2). Pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi terus berlanjut, bahkan pada ruas jalan Medan-Binjai dalam proses tender.

KNIA, SUMUTPOS.CO – Suasana di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) tampak lebih sibuk dari biasanya, Senin (29/2) pagi. Kesibukan semakin terlihat ketika Pangdam I/BB bersama jajarannya melakukan gladi resik penyambutan Presiden Jokowi yang akan meninjau proyek pembangunan jalan tol trans Sumatera dan rel KA di Binjai serta Danau Toba.

“Informasinya terakhir begitu (Presiden mendarat di Kualanamu). Dengan pesawat kepresidenan,” kata Pelaksana Harian Manager Humas dan Protokoler PT Angkasa Pura II Cabang Kualanamu, Wisnu Budi Setianto kepada wartawan, Senin (29/2).

Disebutkannya, berdasarkan informasi terakhir yang mereka terima, sekitar pukul 09.20 Presiden dan rombongan akan mendarat di Bandara Kualanamu. Setelah beristirahat sebentar di ruang VIP bandara, presiden langsung ke Penara untuk melihat pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi.

Pemandangan mencolok tak cuma terlihat di KNIA. Di Jalan Sultan Serdang Desa Penarakebon, Kecamatan Tanjungmorawa, juga terlihat pemandangan berbeda. Pasalnya, tampak sejumlah ruas jalan yang telah siap dibeton, dibersihkan untuk menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu.

Tak hanya TNI yang melakukan persiapan, personel dari Polres Deliserdang juga melakukan apel di siang hari. Tepat pukul 15.05 WIB, apel siaga berakhir yang diikuti dengan ratusan personel polisi keluar dari Mapolres Deliserdang.

Sementara, Agus Khaliq selaku Direktur Teknik dan Operasi Jasamarga Kualanamu Tol menyatakan, selama ini pihaknya tak hanya terkendala di pembebasan lahan untuk mengebut pembangunan jalan bebas hambatan tersebut. Namun material batu pecah untuk proyek ini juga sulit diperoleh sehingga mereka kesulitan untuk mengebut pembangunan.

“Banyak proyek berjalan di Sumut. Mulai dari kereta api, kemudian Kualanamu dan ada lagi Pelabuhan Kualatanjung. Sehingga kami rasakan dampak material batu pecah. Tapi kita sedang selesaikan dengan buat alat sendiri. Karena dengan mengandalkan alat di Medan, enggak keuber,” kata Agus.

Menurut dia, pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi, saat ini sudah 86 persen. Selain itu, diproyeksikan jalan bebas hambatan dari Medan menuju Tebingtinggi ini akan ada 7 pintu.

“Ya ada 7 pintu. Cemara itu salah satunya,” imbuhnya.

Dia menambahkan, untuk pembangunan ruas Jalan Tol Kualanamu-Tebingtinggi, pembebasan lahan mengalami hambatan. Misalnya, ada beberapa tanah milik PT Kereta Api Indonesia yang dikuasai masyarakat, pihak Jasamarga Kualanamu Tol bingung memberikan ganti rugi tersebut.

“Itu hanya masalah kordinasi saja kok dengan PJKA (PT KAI). Tanah PJKA ditempati rakyat, kita lindasi kesitu. Lah ganti rugi ke siapa. Itu yang jadi masalah. Itu (ganti rugi) ke rakyat atau PJKA,” ungkapnya.

Ditanya berapa nilai uang yang disiapkan untuk pembebasan lahan pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi, menurutnya, hal tersebut di luar koridor mereka. Artinya, pihaknya hanya melakukan pengerjaan konstruksi hingga operasionalnya jika sudah rampung. “Pengerjaan seksi 3 di Perbarakan-Lubukpakam, sudah 34 persen. Seksi terakhir nanti di Sergai. Di Sergei, masih pengadaan lahan karena baru 40 persen yang sudah selesai. Kemungkinan April atau Mei akan dilakukan konstruksi, saat ini belum ada konstruksi,” sebutnya. (gir/bal/ted/adz)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *