Pasutri Dibacok Begal, Suami Tewas Istri Kritis

Hukum & Kriminal
Foto: Fachrul Rozi/Sumut Pos Pasutri korban begal di Hamparanperak, suami tewas dibacok, istrinya kritis, Rabu (22/6).
Foto: Fachrul Rozi/Sumut Pos
Pasutri korban begal di Hamparanperak, suami tewas dibacok, istrinya kritis, Rabu (22/6).

HAMPARANPERAK, SUMUTPOS.CO – Begal menghajar pasangan suami istri (pasutri), M Yasim (33) dan Evitasari (29). Pelaku beraksi di Sungai Bedera Dusun 16 Sidomulio Desa Klumpang Kebun Kecamatan Hamparan Perak, selain merampas sepeda motor juga menghabisi nyawa korbannya.

Informasi diperoleh, Rabu (22/6), disebutkan kejadian tragis dialami pasutri ini, saat keduanya berboncengan sepeda motor Honda Verza warna hitam bernopol BK 6445 AEU, bermaksud menuju pulang ke rumah di kawasan Dusun 16 Sidomulio Desa Klumpang Kebun, Hamparanperak.

Persis melintas di pinggiran Sungai Bedera, tiba-tiba dari arah belakang sepeda motor pelaku begal menyalip laju sepeda motor dikendarai korban. Dengan gerak cepat, seorang pelaku langsung turun dan menodongkan parang.


Melihat gelagat kurang baik, M Yasim memberikan perlawanan. Tapi hal tersebut malah membuat pelaku nekat membacok kening dan pundak korban hingga akhirnya roboh bersimbah darah. Sedangkan, Evitasari yang sempat meneriaki pelaku dibacok pada bagian kepalanya.

Melihat korban sudah tak berdaya, dua kawanan begal ini selanjutnya membawa kabur sepeda motor korban. Warga sekitar baru mengetahui kejadian dimaksud, setelah mendapati kedua korban tergeletak di pinggir jalan.

“Kedua korban ditemukan warga yang kebetulan melintas, keadaan korban terluka dan pingsan,” kata Agustino (43) Kadus 16 Sidomulio Desa Klumpang.

Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Iptu Rudi Silalahi mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi-saksi untuk mengungkap kasus perampokan yang mengakibatkan korbannya tewas.

“Pelaku diperkirakan ada dua orang, dan masih dalam proses lidik. Untuk barang bukti yang kita temukan di TKP diantaranya parang, helm warna cokelat dan tas sandang warna cokelat,” kata Rudi.

Untuk saksi korban, Evitasari polisi mengaku belum dapat mengambil keterangannya, karena masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di RS Sari Mutiara Medan akibat luka bacok di kepalanya. “Korban selamat masih di rawat di rumah sakit, belum bisa ditanyai,” ungkapnya. (rul/jie/spg)

loading...