6 Polisi Penjual Kunci Jawaban Belum Jua Disidang

Hukum & Kriminal Metropolis
Foto: istimewa Empat dari enam oknum polisi yang menjadi panitia ujian seleksi masuk polisi, yang ketahuan menjual kunci jawaban pada peserta ujian.
Foto: istimewa
Empat dari enam oknum polisi yang menjadi panitia ujian seleksi masuk polisi, yang ketahuan menjual kunci jawaban pada peserta ujian.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masih ingat dengan kasus enam anggota Polri yang diamankan polisi Bidang Pengawasan, karena ketahuan menjual kunci jawaban kepada calon siswa bintara Polda Sumut angkatan 2016? Ya, kasus ini pun seolah mengendap di Polda Sumut.

Menurut Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, kasus itu saat ini masih menunggu pemeriksaan oleh Propam. Dalam waktu dekat ini, Polda Sumut akan menggelar sidang terhadap polisi yang terlibat tersebut. “Berkasnya sudah selesai. Pemeriksaan yang dipropam menunggu pelaksanaan sidang,” kata Rina, Selasa (26/7).

Sayangnya, perwira tiga bunga melati emas ini mengaku belum mengetahui jenis sidang yang dimaksud. Apakah sidang etik atau disiplin. “Masih menunggu saran dan pendapat dari Kepala Bidang Hukum,” tambah Rina.


Menurut dia, saran dan pendapat dari Kabidkum itu diperlukan. Tujuannya, untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan sidang tersebut.Sebelumnya, enam anggota Polri yang turut menjadi panitia penerimaan Brigadir Polri Angkatan 2016 diamankan karena menyediakan kunci jawaban kepada calon siswa di Gedung Serba Guna, Jalan Pancing, Juni lalu.

Mereka adalah, Aiptu Wilmar, Bripda Ahli Ridho Mengundang, Bripda Rajendro, Bripda Arif Kurniawan, Bripda Surya Lubis dan Iptu Doni Simanjuntak. Selain mereka, Bidang Pengawasan juga mengamankan lima calon siswa masing-masing Helgi Formatting, Ganang Purwaka, Mhd Fahreza Kesuma, Abdullah Fitra S dan Ina. (ted/ije)

loading...