Kunci Kamar Pakai Kartu, Calhaj Lansia Kebingungan

Berita Foto2 Metropolis Pilihan Editor
Foto: Dok SUMUT POS Gedung Madinah Al Munawarah UPT Asrama Haji Embarkasi Medan. Jemaah calon haji kebingungan karena kunci kamar pakai kartu magnetik.
Foto: Dok SUMUT POS
Gedung Madinah Al Munawarah UPT Asrama Haji Embarkasi Medan. Jemaah calon haji kebingungan karena kunci kamar pakai kartu magnetik.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fasilitas di gedung revitalisasi Asrama Haji Medan yang serba menggunakan kartu, membuat sebagian besar jamaah calon haji (Calhaj) kebingungan. Apalagi, mayoritas calhaj terdiri dari para lansia (lanjut usia). Bahkan, sedikitnya 19 kartu kamar hilang.

Banyaknya calhaj yang kebingungan menggunakan fasilitas yang tersedia di gedung revitalisasi Asrama Haji Medan ini diungkapkan Plh Kepala UPT Asrama Haji Medan, Zulaiha Ritonga didampingi Kasi Pelayanan Nasrudin Hasibuan, dan Kasi Kerjasama Ramlan Sudarto dalam rapat evaluasi pelayanan Asrama Haji Medan, Rabu (31/8).


“Memang masalahnya tidak signifikan. Kebanyakan mereka tidak paham menggunakan kartu yang merupakan kunci untuk masuk kamar serta menjadi kunci untuk menyalakan lampu listrik yang ada di dalam kamar, ” ujar Zulaiha.

Untuk itu, Zulaiha berencana, ke depan pihaknya akan menggandeng KBIH dan pembimbing untuk melakukan sosialisasi tentang fasilitas yang ada di Asrama Haji. Bahkan, sosialisasi ini akan dilakukan hingga ke daerah, bekerjasama dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah, saat manasik haji akbar digelar.

“Sebenarnya sebelum masuk kamar, kami sudah memberitahu para Calhaj. Namun, mungkin karena waktu yang singkat, membuat penyampaian kami tidak dapat diterima dengan maksimal,” ungkap Zulaiha.

Lebih lanjut, dikatakan Zulaiha, pihaknya juga berencana menambah petugas yang khusus melayani jamaah yang tidak paham penggunaan kartu untuk fasilitas kamar. Disebutnya, petugas itu rencananya disiagakan pada beberapa sudut hotel, agar cepat menuju kamar jamaah yang mendapati kendala akan penggunaan fasilitas kamar hotel.

“Padahal kemarin, jamaah menyambut baik dan juga senang dengan fasilitas di kamar,” tandas Zulaiha.

Menambahi keterangan Zulaiha, Nasrudin Hasibuan menyebut, sebanyak 19 kartu kamar hilang. Namun, berdasarkan pengamatannya, kartu itu terbawa karena Calhaj bingung mau mengembalikan ke mana atau lupa. Meski demikian, kata Nasrudin, hal itu sudah mereka tangani dengan baik.

“Seperti kloter pertama, sampai 6 kartu tidak kelihatan. Akhirnya, kita cek daftar dan kita kejar Calhaj yang sedang di Aula I bersiap untuk berangkat. Alhamdulillah kembali lagi. Hampir setiap Kloter hal itu terjadi, ” ujar Nasrudin.

Disinggung soal tidak adanya air minum di kamar hotel, Nasrudin mengaku, sebenarnya itu tanggung jawab pihak katering. Disebut Nasrudin, hal itu hendak disampaikannya kepada pihak katering. Sayangnya, pihaknya tidak ada yang masuk sebagai panitia lelang untuk katering. Bahkan, disebutnya pada rapat untuk penentuan katering itu, pihaknya tidak dilibatkan.

” Namun tetap kita sediakan pemanas air dilengkapi dengan kopi, gula dan teh. Itu sebenarnya inisiatif kita. Untuk anggaran akomodasi satu Calhaj itu Rp50 ribu,” jelas Nasrudin.

Sementara itu, untuk masalah Calhaj pernah kehujanan dari gedung King Abdul Aziz menuju klinik, dari klinik ke gedung revitalisasi, dan dari gedung revitalisasi ke Aula I Madinatul Hujjaj, pihak Asrama Haji Medan melalui Kasi Kerjasama, Ramlan Sudarto mengaku, kalau mereka tidak memiliki armada angkutan. Disebut Ramlan, jika bus dan ambulans yang pernah ada, kini di Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumut. (ain)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *