Jokowi: Semangat Ya, Tetap Gembira

Berita Foto2 Nasional
Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau tenda pengungsian korban gempa Aceh yang berada tak jauh dari Masjid Attaqarub Keude Trienggadeng, Pidie Jaya. Masjid Attaqarub merupakan salah satu bangunan masjid yang roboh akibat gempa berkekuatan 6,5 skala Richter itu.Jumat (9/12). --RAKA DENNY/JAWAPOS
Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau tenda pengungsian korban gempa Aceh yang berada tak jauh dari Masjid Attaqarub Keude Trienggadeng, Pidie Jaya. Masjid Attaqarub merupakan salah satu bangunan masjid yang roboh akibat gempa berkekuatan 6,5 skala Richter itu.Jumat (9/12). –RAKA DENNY/JAWAPOS

SUMUTPOS.CO  – PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi korban gempa bumi di Pidie Jaya, Aceh, kemarin. Tujuan pertamanya adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Chik Ditiro. Setelah itu, Presiden menuju posko pengungsian di Masjid At-Taqarrub Desa Keude, Trienggadeng.

”Saya sudah melihat keadaan masjid dan saya putuskan masjid langsung dibangun kembali. Tapi, kita kerjakan sama-sama ya. Mulai besok insyaallah akan dibersihkan dan segera dibangun kembali,” katanya.


Jokowi juga menyemangati anak-anak yang menjadi korban gempa. ”Terus semangat belajar, semangat bernyanyi. Tetap gembira,” ujarnya. Presiden juga menyerahkan santunan kepada ahli waris untuk korban meninggal sebesar Rp5 miliar.

Untuk bantuan bagi kerusakan rumah warga, saat ini masih dilakukan verifikasi dan pendataan oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Yang rusak berat dibantu Rp 40 juta. Untuk yang rusak sedang dan ringan mendapat bantuan Rp 20 juta.

Sebelum kembali ke Jakarta, Presiden juga meninjau posko komando bencana di kantor Bupati Pidie Jaya, mengujungi pondok pesantren Al-Aziziyah di Semalanga, Bireuen, dan menjalankan salat Jumat bersama warga di Masjid Besar Samalanga.

Jumlah korban meninggal sampai kemarin adalah 100 orang. Sementara itu, sebanyak 23.231 warga mengungsi. Terdiri atas 10.029 orang pengungsi di Pidie Jaya dan 13.202 orang di Biereun.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kebutuhan dasar untuk pengungsi adalah makanan, minuman, obat-oabatan, air bersih, dan sanitasi. Untuk itu, BNPB bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian Sosial (Kemensos).

BNPB telah mengirimkan bantuan melalui pesawat Hercules C-130 dan kargo seberat 50 ton. Kemenkes memobilisasi tenaga medis dan obat-obatan. Sementara itu, Kemensos memberikan santunan bagi ahli waris korban meninggal sebesar Rp15 juta. Sedangkan untuk korban luka berat mendapatkan santunan Rp5 juta.

Selain santunan, Kemensos juga menyalurkan bantuan lainnya berupa logistik senilai Rp2 miliar, bantuan sandang Rp 110 juta, serta peralatan sekolah Rp 75 juta.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *