Lagi, Presiden Kunjungi Korban Gempa Aceh

Nasional
Foto: IDRIS BENDUNG/RAKYAT ACEH Presiden RI, Joko Widodo berdoa bersama setelah peletakkan batu pertama pembangunan Masjid AT TaqarRub, Trieng Gadeng, Kamis (15/12).
Foto: IDRIS BENDUNG/RAKYAT ACEH
Presiden RI, Joko Widodo berdoa bersama setelah peletakkan batu pertama pembangunan Masjid AT TaqarRub, Trieng Gadeng, Kamis (15/12).

BIREUN, SUMUTPOS.CO – Untuk kedua kali, Presiden Joko Widodo mendatangi lokasi gempa bumi di tiga kabupaten di Provinsi Aceh. Usai lawatan ke Iran, Kamis (15/12) pagi Presiden Joko Widodo transit di Aceh dan langsung terbang ke Bireun. Presiden meminta agar penyaluran bantuan kepada para korban gempa dipercepat.

Menggunakan Helikopter Super Puma milik TNI AU, Presiden mendarat di lapangan bola Kecamatan Samalanga Bireun sekitar pukul 10.45. Presiden lalu bergeser ke sejumlah lokasi pengungsian, di antaranya posko Rhieng Blang di halaman masjid Istiqomah Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya.

Usai mengunjungi lokasi-lokasi pengungsian, Jokowi meminta BNPB mempercepat penyaluran bantuan. “Agar bisa segera dibangun kembali rumah itu, sehingga kegiatan masyarakat juga bisa kembali,’’ ujarnya.

Pada kunjungan sebelumnya, Presiden meminta agar tiap rumah yang rusak diberi bantuan perbaikan sebesar Rp20 juta hingga Rp40 juta. Nantinya, akan ada proses verifikasi untuk menentukan besaran bantuan yang akan diberikan sesuai tingkat kerusakan bangunan. Untuk saat ini, sebagian rumah yang rusak berat sudah diverifikasi. Nanti akan dilanjutkan dengan rumah yang rusak sedang maupun ringan.

Jokowi menjelaskan, kehadirannya di lokasi gempa kali ini untuk mengecek apakah seluruh bantuan sudah tersalurkan dengan baik. Baik bantuan keuangan, logistik dasar, hingga rencana rehabilitasi pascagempa yang dipimpin oleh kementerian PU.

Di luar itu, Presiden juga menyatakan bakal memberi bantuan stimulan keuangan dalam bentuk tabungan. Stimulan itu bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan kembali perekonomian warga pascagempa. ’’Tabungnnya masih di-blok. Kalau sudah berkegiatan, baru nanti bisa diambil, dicairkan di bank,’’ lanjutnya.

Di antara arahan Presiden, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuka Hadimuljono pun mengatakan bahwa rekonstruksi infrasrtuktur dan perumahan juga mendapatkan prioritas. Karena itu, pihaknya bisa mempercepat adanya rekonstruksi bangunan di wilayah Pidie Jaya dan sekitaraya.

’’ Presiden sekarang menginginkan adanya pendekatan baru dalam penanganan bencana. Jadi, tahap tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilakukan secara paralel,’’ ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *