PENGGEREBEKAN TERDUGA TERORIS DI 4 PROVINSI

Teroris Targetkan ‘Konser Akhir Tahun’ 2016

ANDREAN KRISTIANTO/JAWA POS Petugas Brimob menjaga tempat kejadian perkara (TKP) penggerebekan dan penembakan terduga teroris di Setu, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/12). Keempat terduga teroris yang berhasil dilumpuhkan kepolisian, diketahui akan melakukan penyerangan terhadap pos polisi di Serpong pada Natal dan Tahun Baru. Keempat teroris ini merupakan jaringan Gigi Rama Dewa (GRD), teroris yang ditangkap di Batam beberapa bulan lalu.
ANDREAN KRISTIANTO/JAWA POS
Petugas Brimob menjaga tempat kejadian perkara (TKP) penggerebekan dan penembakan terduga teroris di Setu, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/12). Keempat terduga teroris yang berhasil dilumpuhkan kepolisian, diketahui akan melakukan penyerangan terhadap pos polisi di Serpong pada Natal dan Tahun Baru. Keempat teroris ini merupakan jaringan Gigi Rama Dewa (GRD), teroris yang ditangkap di Batam beberapa bulan lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Antisipasi ancaman “konser” akhir tahun dilakukan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri. Seharian, Rabu (21/12), Tim Densus berhasil melakukan penggerebekan dan penangkapan terduga teroris di empat lokasi berbeda. Yakni, Tangerang Selatan (Banten), Payakumbuh (Sumatera Barat), Deliserdang (Sumatera Utara) dan Batam (Kepulauan Riau).

Diawali di Tangerang Selatan, baku tembak antara Densus 88 dengan kelompok teroris sempat terjadi di Kampung Curug, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu sekitar pukul 10.00 WIB. Baku tembak itu terjadi usai pasukan Densus mengepung sebuah bangunan kontrakan yang ditinggali tiga orang terduga teroris. Mereka adalah Helmi Hendriyana alias Elmi, Irawan alias Irwan, dan Omen alias Dedi Sutisna.

Sebelum baku tembak terjadi, warga sekitar yang berada di radius 100 meter dari rumah kontrakan milik pasangan suami istri Agus dan Tini tersebut dievakuasi petugas. Warga yang ikut diungsikan menutup rapat pintu-pintu dan jendela rumahnya dengan tirai serta mematikan lampu. Warga diungsikan ke area aman di belakang garis polisi yang dipasang sebelumnya. Pemilik warung yang berada di radius itu pun terpaksa menutup warungnya untuk sementara waktu hingga situasi kondusif.

Di dalam aksi pengepungan tersebut, petugas sempat membujuk ketiga teroris untuk menyerahkan diri dan keluar dari persembunyiannya. Namun, ajakan petugas itu justru dibalas serangan. Salah seorang terduga teroris melemparkan sebuah bom ke arah petugas, namun gagal meledak. Tidak hanya itu, dari dalam rumah para pelaku juga mengarahkan moncong senjata api jenis revolver ke petugas.

Merasa terancam, pasukan Densus lantas melepaskan tembakan ke arah pelaku. Omen, Irwan, dan Helmi tumbang dan langsung meregang nyawa terkena pelor panas petugas. Ketiganya tewas di dalam rumah kontrakan yang baru ditempati selama 20 hari itu.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *