Samosir Siapkan Festival Penjaring Turis

Sumatera Utara
Turis asing di Simanindo-Samosir.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Gunung Toba yang menjadi cikal bakal terbentuknya danau vulkanik terbesar di dunia, bakal kembali mengundang perhatian. Ada berbagai event di wilayah Kabupaten Samosir yang akan menarik wisatawan nusantara ataupun mancanegara.

Rabu (22/2) malam, Pemkab Samosir meluncurkan 10 kalender event. Peluncurannya digelar di Jakarta.


Ketua Pokja 10 Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Hiramsyah S Thaib menyebutkan, berbagai kegiatan yang digelar di Samosir patut diapresiasi. Sebab, hal itu akan berkontribusi pada target kunjungan wisman pada 2017, yang dipatok di angka 15 juta.

“Suasana industri pariwisata saat ini sedang bergairah. Semua lini bergerak. Berdasarkan target Kementerian Pariwisata untuk 2017, yakni sebesar 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara,” ungkap Hiramsyah.

Hiramsyah menambahkan, Kemenpar memperkirakan, pada 2017 juga ada 265 juta pergerakan wisatawan nusantara. Karena itu, berbagai upaya ditempuh demi mengejar target 15 juta wisman. “Berbagai persiapan sedang berjalan, termasuk infrastruktur jalan, pelabuhan laut, marina, dan udara. Dan yang tak kalah penting adalah pemanfaatan Go Digital ITX (Indonesia Tourism Exchange, red). Terima kasih kepada pemerintah setempat yang telah me-launching kalender event Samosir 2017,” ungkapnya.

Launching itu juga dihadiri beberapa pejabat dari pemerintah daerah di sekitar Danau Toba. Ada pula tokoh-tokoh asal Sumatera Utara (Sumut), seperti Maruarar Sirait, Junimart Girsang, Trimedya Panjaitan, dan Cornel Simbolon.

Bupati Samosir, Rapidin Simbolon mengharapkan, launching kalender event itu mengundang semakin banyak wisman dan wisnus ke Samosir dan Danau Toba. Pemkab Samosir akan menyediakan tambahan armada bus untuk konektivitas ke Bandara Silangit dari Pangururan, setiap hari.

Ada juga armada transportasi dari Pelabuhan Feri Sipinggan-Muara, Onan Runggu-Balige, Simanindo-Tiga Ras, Tomok-Ajibata. Rencana pemerintah menetapkan Bandara Silangit di Siborong-borong sebagai international airport, juga membuat Rapidin semakin optimistis. “Semakin banyak wisman yang bisa direct ke Danau Toba. Kami optimisti 1 juta pengunjung kawasan wisata Danau Toba, Sumut, pada 2019 mendatang bisa terwujud,” harapnya.

Sebelumnya, untuk mendukung pengembangan pariwisata di Danau Toba, pemerintah telah merevitalisasi 3 desa adat, yakni Desa Adat Ragi Hotang di Meat, Kecamatan Tampahan, KabupatenTobasa. Desa Adat Hutagaol Sihujur di Kecamatan Silaen, Kabupaten Tobasa, serta Desa Adat Rumah Bolon Gunung Malela di Kabupaten Simalungun.

Kepala Badan Pelaksana Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BODT), Arie Prasetyo mengatakan, saat ini ada 4.000-an rumah adat di seluruh Tobasa yang memiliki desain arsitektur unik. Rumah berbentuk panggung dengan tiang pancang yang kokoh, selama ini menjadi satu lokasi yang sering dikunjungi wisatawan.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *