H-4 Lebaran, Penumpang di KNIA Naik 5,6 Persen

Ekonomi Sumatera Utara
Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Ratusan calon penumpang menunggu keberangkatan di Bandara Kualanamu kabupaten Deli Serdang, Kamis (21/6) Jelang perayaan idul fitri bandara mulai dipadati penumpang untuk mudik ke berbagai daerah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) HT Erry Nuradi menampung aspirasi para pemudik ketika melakukan inspeksi mendadak angkutan lebaran bersama Kapolda Sumut Irjend Pol Rycko Amelza Dahniel di Terminal Amplas dan Bandara Kuala Namu, Rabu (21/6).

Gubernur beserta Kapolda dan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin naik ke salah satu bus yang sudah dipenuhi penumpang tujuan Pematangsiantar. Setelah menyerahkan alat kelengkapan keselamatan berkendara, dirinya melakukan tanya jawab dengan para penumpang. Seorang penumpang, mengeluhkan kondisi Terminal Amplas yang kurang terawat.

Di kesemapatan itu, Gubernur langsung menjawab keluhan penumpang. “Mohon maaf, bila kondisi terminal masih belum sesuai apa yang diharapkan, karena saat ini pengelolaanya masih pada masa transisi,” ujar Erry.


Dijelasannya, Terminal Amplas sesuai aturan yang baru akan ditarik menjadi wewenang pemerintah pusat yaitu Kementerian Perhubungan. Namun saat ini masih masa tranasisi, dimana selama ini pengelolaan di bawah Pemko Medan. “Kita menunggu saja aturannya lebih lanjut. Jika nanti diserahkan ke Kementerian Perhubungan, tentu diharapkan segera dibenahi atau dirapikan, tapi kalau kelasnya diturunkan menjadi Tipe B di bawah pengelolaan Provinsi maka kita akan perbaiki, atau bahkan diturunkan menjadi tipe C oleh kabupaten/kota, maka kita harapkan yang bertanggungjawab segera melakukan pembenahan,” terang Erry.

Secara umum, situasi arus mudik tahun ini menurut Erry yang juga didampingi Kepala Dinas Perhubungan Anthony Siahaan mengalami kenaikan sekitar 2 persen saja. Diperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H-3. Dalam kesempatan itu Gubernur dan Kapolda juga mengunjungi pos pemeriksaan untuk deteksi dini risiko kecelakaan pada pengemudi bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). Pada posko kerjasama Kementerian Kesehatan, BNN, Jasaraharja dan Dinas Perhubungan Medan ini dilakukan pemeriksaan narkoba, tes lkohol, tekanan darah dan gula daerah. Berdasarkan keterangan petugas BNN di lokasi, untuk terminal Amlas tidak ditemukan pengemudi yang positif, namun di terminal Pinang Baris terdapat 4 pengemudi yang positif menkonsumsi narkoba.

“Seluruh pengemudi angkutan wajib diperiksa dan apabila ada supir yang tidak layak mengemudi , maka akan dilarang,” kata Gubernur.

Setelah mengunjungi Amplas, dirinya beserta rombongan dan  didampingi Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars dan GM Angkasa Pura 2 Arief Darmawan memantau bandara Internasional Kuala Namu (KNIA).

loading...