Ada Apa dengan Polisi dan BNNP?

Berita Foto2 Hukum & Kriminal Sumatera Utara
Inilah foto yang menjadi viral, Senin (23/10). Foto yang diambil dari media sosial tersebut disebutkan foto itu diambil sehari setelah penangkapan Oknum Ketua dan Sekretaris DPRD Palas. Terlihat Ketua DPRD Palas H.Syahwil Nasution, Sekretaris Dewan H Panguhum Nasution dan Kasubbag Humas Sekretariat DPRD Rikmat Siregar terlihat santai dan foto bersama dengan sejumlah warga dan Anggota DPRD Palas.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua dan Sekwan DPRD Padanglawas (Palas), dibebaskan polisi alias tidak ditahan, padahal sudah dinyatakan positif menggunakan narkoba. Sementara puluhan pengunjung tempat hiburan malam lainnya yang dirazia tim gabungan Polrestabes Medan dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Minggu (22/10), ditahan. Ada apa dengan polisi dan BNNP?

Hingga hari ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian dan BNNP Sumut, terkait tidak ditahannya H.Syahwil Nasution (Ketua DPRD), H.Panguhum Nasution (Sekretaris Dewan) serta Rikmat Siregar (Kasubbag Humas Sekretariat DPRD Palas).


Sementara, dalam dua hari pasca razia tersebut, berbagai kalangan masyarakat sudah banyak mempertanyakan apa alasan polisi dan BNNP tidak menahan ketiga pejabat tersebut.

Salahsatu warga yang merasa heran dan butuh penjelasan adalah, pemilik nomor HP 081396006xxx. Tadi malam, warga yang meminta nama dan identitasnya tidak disebut, mengirim SMS ke redaksi Posmetro Medan (grup SUMUTPOS.CO). “

PAK Polisi dan BNN Sumut, kenapa Ketua DPRD Palas yang ditangkap saat razia dan diduga menggunakan narkoba dilepas. Jangan karena pejabat diberikan keringanan, sementara masyarakat kecil langsung ditindak,”.

Kekecewaan masyarakat makin membuncah, Senin (23/10)kemarin, H.Syahwil Nasution, H.Panguhum Nasution serta Rikmat Siregar, terlihat berada di Sibuhuan, Kabupaten Palas.

Mirisnya lagi, mereka sempat bergroufi (baca; berfoto bersama) dan diunggah melalui media sosial.

Akibat ulah ketiga pejabat tersebut, sejumlah akun facebook malah menyebutkan berita razia di berbagai tempat hiburan malam yang digelar oleh polisi dan BNNP Sumut, adalah berita hoak.

Tokoh Pemuda Sibuhuan Alex Nasution, menyebutkan wajar bila pemberitaan itu jadi polemik. Sebab menurutnya seseorang yang dinyatakan positif menggunakan narkoba tentu harus ditahan.

“Namun kenyataannya setelah penangkapan itu, yang bersangkutan berada dan bebas di Sibuhuan,” tandasnya.

Badan Kehormatan DPRD Palas, Amran Pikal Siregar, saat dimintai keterangannya mengaku tidak bersedia mengomentari kejadian yang menyangkut ketua dan sekretaris DPRD Palas serta Kasubbag Humas itu. “No coment,” ujar Amran.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *