PSMS Bertahan di Cilodong

Ayam Kinantan Olahraga Sepak Bola
Foto: Wahyudin/Jawa Pos
Ekspresi Frets Listanto Butuan, pemain PSMS Medan, setelah mencetak gol ke gawang Martapura FC saat laga 8 besar Liga 2 2017 di stadion Patriot, Bekasi(13/11/2017) lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO   – PSMS memilih tak pulang ke Medan menghadapi semifinal Liga 2. Skuad Ayam Kinantan akan tetap bertahan di Cilodong menginap di Asrama Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) sebagai lokasi pemusatan latihan.

Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman mengungkapkan, memilih tinggal di sekitaran Jakarta adalah sudah tepat.   “Karena kondisi seluruh pemain kami masih dalam bagus. Jadi, kami memutuskan melakukan recovery di Cilodong saja,” kata pria yang akrab di sapan Djanur itu. ” Saya akan memaksimalkan waktu rehat yang cukup lama ini untuk mengevauasi performa tim selama di babak 8 besar. Kalau ada kesalahan, kami perbaiki. Dan yang sudah bagus, kami maksimalkan lagi,” ucapnya.

Hal senada disebutkan manajer PSMS, Januari Siregar. Menurutnya hal ini penting untuk menjaga stamina pemain. “Kalau balik lagi ke Medan dan kembali ke Bekasi stamina pemain akan terganggu. Selain itu juga kita mengurangi pengeluaran jika harus bolak balik lagi,” ungkap Manager PSMS Medan, Januari Siregar.

Masih menurut Januari, saat ini para pemain tak keberatan jika harus menjalani latihan di sekitar wisma atlet tempat mereka tinggal saat ini.

Apalagi kabarnya semifinal kemungkinan digelar pada 25 November mendatang. Meski belum ada jadwal resmi dari PT Liga Indonesia Baru, manajemen PSMS sudah mendapat bocoran. “Kita sudah dapat jadwal secara lisan dari PT LIB bahwa semifinal 25 November dan final pada 28 November. Tempatnya di Bandung,” kata Pengurus PSMS, Julius Raja.

Jika PSMS memilih pulang, lain lagi Martapura FC. Mereka memutuskan untuk kembali ke home base mereka di Kalimantan Selatan usai menaklukan Kalteng Putra 2-1 dalam laga terakhir babak 8 besar di Stadion Singaperbangsa, Karawang, dua hari lalu. Alasan mereka sederhana, pulang kampung untuk menekan biaya pengeluaran tim.

“Kami memutuskan untuk memboyong tim kembali ke Martapura setelah sholat Jumat,” kata Yahdi Mursid, CEO Martapura FC, kemarin (17/11). ” Karena selama di Kalimantan, pemain kami bisa lebih fokus untuk latihan. Biaya persiapan di sana juga tidak semahal di sini (Bekasi, Red),” papar Yahdi.

Memang, selama babak 8 besar, mereka harus mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit untuk biaya penginapan, biaya makan pemain dan menyewa lapangan untuk latihan. Padahal, bila masa persiapan dilakukan di Martapura, mereka bisa menghemat biaya operasional lebih dari setengah dibandingkan saat berada di Bekasi.

“Jadi, sambil menunggu kejelasan jadwal babak semifinal, kami fokus latihan di Martapura saja.  Nanti, kalau operator sudah menetapkan jadwal dan lokasi petandingan baru kami bergerak,” tambah pria yang juga salah satu pengusaha muda di Martapura itu. “Kira -kira dua hari sebelum kickoff, kami sudah berangkat ke lokasi,” jelasnya. (ben/jpnn/don) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *