TAMPIL KLIMIS HINGGA NONGKRONG
Perjuangan Kakek Kejar Janda sampai Dapat
  • Dipublikasikan pada: Dec 23, 2017 Dibaca: 279 kali.


SUMUTPOS.CO –  Keinginan dan harapan yang tinggi membuat aura positif Tongat keluar. Meski usianya yang sudah melebihi setengah abad, namun gayanya tak kalah dengan anak remaja.

Satu kemauan lelaki berusia 57 tahun yang sudah memiliki cucu ini adalah memperistri janda. Dia tergerak dengan ungkapan janda semakin terdepan.

Dengan segala upaya, mulai dari mengubah penampilan sampai menjadikan motor sport sebagai umpan untuk memikat, Tongat menjalankan aksinya. Siapa yang terjebak?
Rambut Tongat sudah banyak memutih. Tapi gaya kakek dua cucu ini tetap ingin tampil keren. Bapak empat anak ini juga bergaya sok muda dan kerap nongkrong dengan remaja di kafe dekat rumahnya.

Selain nongkrong, si mbah ini ternyata punya incaran yakni ingin mengencani seorang janda kembang yang tinggal tak jauh dari tempat kafe tersebut.

Agar sukses memikat hati si janda sebut saja Memey, dia menjadikan motor sport 250 cc sebagai umpan. Sukses memacari si janda, Tongat sedikit sesumbar kepada para pemuda yang ada di kafe tempat nongkrongnya.

Namun apes, akibat pamer punya pacar janda, kabar itu sampai ke telinga istrinya, Butet (56).

Awalnya Butet, tak percaya kabar itu. Tapi saat tetangganya sendiri yang laporan dia akhirnya sedikit curiga dan mulai menelisik bak detiktif.

Butet mengaku awalnya sempat mengingatkan, tapi Tongat tak menggubrisnya. Akhirnya tak ada kata lain, wanita yang sudah tiga puluh tahun membina rumah tangga dengan Tongat ini bertindak tegas. Dia mengajukan gugatan cerai.

Saat ditemui di ruang tunggu Pengadilan Agama, Butet ditemani dua anaknya. “Saya dan anak anak sudah mengingatkan tapi tidak didengarnya,” ungkap Butet dengan nada jengkel.

Butet menceritakan, dia memergoki sendiri suaminya jalan dengan janda tersebut. Pakai sepeda motor sport milik anaknya. Ketika ketahuan tengah jalan, Butet yang kala itu dibonceng anaknya berusaha menghentikan. Tapi Tongat kabur.

Wanita yang dibonceng pun semakin kencang memeluk Tongat yang kesehariannya bekerja sebagai montir ini. Butet pun semakin jengkel. “Kira kira sebulan yang lalu saya memergokinya,” aku Butet.

Setelah kejadian itu Tongat jarang pulang. Laki-laki ini muncul pagi hari saat Butet belanja bahan untuk jualan siomay. Suatu hari Tongat tidak sadar jika dijebak dan masuk ke dalam kamar dan tidak bisa keluar. Butet akhirnya bisa dengan leluasa memarahinya.

Kalau perubahan pada diri Tongat sendiri, dirasakan oleh Butet sekitar dua bulan yang lalu. Suaminya jadi sering keluar malam, nongkrong dan bergaya layaknya anak muda.

Rambut klimis, dan sering menggunakan setelan jeans dan kaos serta sepatu koboi. Tapi yang tidak bisa ditipu adalah keriput di wajahnya.(rud/sb/ang/jay/JPR)
 

loading...