Kisah Michael Jordan dan Baju Bekas

SUMUTPOS.CO – INFORMASI terkait dengan Michael Jordan yang satu ini sebenarnya baik. Menceritakan kisah inspiratif mantan bintang NBA itu dan ayahnya. Sayang, cerita inspiratif tersebut palsu. Jordan ketika kecil disebut menjalani hidup susah sampai harus menjual baju bekas.

Kisah inspiratif itu banyak ditemukan di newsfeed Facebook. Dalam tulisan itu disebutkan, Jordan kecil hidup dalam kemiskinan. Saking miskinnya, pernah sang ayah memintanya menjual sehelai pakaian bekas yang seharusnya berharga USD 1, tapi dijual USD 2.

Jordan pun memutar otak agar bisa memenuhi permintaan ayahnya. Dia mencuci baju tersebut dan merapikannya. Lalu, baju itu laku dijual USD 2 di stasiun bawah tanah. Tantangan berikutnya diberikan sang ayah untuk menjual baju bekas dengan harga USD 20. Pebasket yang lahir di Brooklyn itu pun kembali bisa memenuhi permintaan ayahnya. Dengan bantuan sepupunya, baju bekas dia beri gambar Mickey Mouse dan Donald Bebek untuk dijual ke anak-anak kaya.

Tantangan terakhir, ayahnya meminta Jordan menjual baju bekas dengan harga USD 200. Tantangan itu juga bisa diselesaikan. Ceritanya, Jordan meminta aktris film populer Charlie’s Angels, Farah Fawcett, yang sedang melakukan promo di New York untuk tanda tangan di baju bekas. Baju itu kemudian laku USD 1.200.

Pesan moral lalu disampaikan ayah Jordan ke anaknya agar tidak menyerah dalam keterbatasan. ’’Sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup? Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya? Tergantung bagaimana kita mendayagunakan potensi yang ada dalam diri kita masing-masing,’’ ujar ayah Jordan.

Ternyata, kisah itu hoax. Jordan kecil tidak semiskin yang dikisahkan. Dikutip dari berbagai sumber, termasuk ESPN dan IMDb, Jordan yang lahir pada 17 Februari 1963 merupakan anak seorang supervisor di General Electric, James Jordan. Sementara itu, ibunya seorang teller bank bernama Deloris Jordan. Sempat tinggal di Brooklyn, mereka kemudian pindah ke North Carolina karena merasa tak aman.

Cerita soal Jordan menjual baju senilai USD 1.200 itu awalnya memang menyebar lewat blog-blog berbahasa Inggris. Bahkan, ada orang yang pernah membahas cerita fiktif tersebut di situs sharing pengetahuan, Quora. Banyak yang menyangkal cerita itu asli.

’’Sepertinya itu bukan cerita nyata. Kalaupun benar, pasti sudah banyak yang mewawancari MJ (Michael Jordan) soal itu. Apalagi sampai bisa menjual pakaian bekas semahal itu,’’ tulis akun Boshan Chen, yang sedang menempuh pendidikan di Bucknell University.

Ada juga akun Howard Galt yang mengatakan, mungkin dalam cerita itu bukan Michael Jordan pemain basket. ’’Dia itu kan besar di North Carolina,’’ tulisnya.  Galt ragu ada warga North Carolina yang bersedia membeli baju bekas seharga USD 1.200 kala itu, meski ada tanda tangan artis. (gun/c19/fat/jpg)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *