KENDALIKAN SABU 87,7 KG DARI LAPAS TANJUNGGUSTA

Toge Bisa ‘Lengserkan’ Kepala Lapas

Toge alias Togiman, bandar narkoba yang ketauan masih mengendalikan jaringan narkoba dari Lapas Tanjunggusta, Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – -Ulah Togiman alias Toge alias Tony yang mengendalikan sabu seberat 87,7 kg dari Lapas Tanjunggusta Medan, membuat jabatan Kepala Lapas Kelas IA Tanjunggusta Medan, Asep Syarifuddin bakal terancam. Bahkan, akibat perbuatan Toge, jabatan Asep bisa lengser.

Atas kejadian tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara (Kemenkuham Sumut) akan melakukan evaluasi kinerja buruk dari Kepala Lapas Kelas IA Tanjunggusta Medan, Asep Syarifuddin. Sebab, Asep dinilai gagal melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap napi yang mengendalikan narkoba dari Lapas Tanjunggusta Medan.

“Secara undang-undang pengamanan Lapas ada tanggungjawabnya kepada Kepala Lapas dan ada resikonya. Secara teknis ada tugasnya pada petugas Lapas. Pastinya kita lakukan evaluasi untuk Kepala Lapas,” tegas Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kanwil Kemenkuham Sumut, Hermawan Yunianto, saat dikonfirmasi Sumut Pos, kemarin siang.

Hermawan mengatakan, pihaknya tidak menghalangi-halangi petugas BNN Pusat untuk penyidikan dan pemeriksaan terhadap petugas Lapas Tanjunggusta Medan bila terlibat dalam peredaran narkoba yang dilakukan Toge.”Biarlah mereka (BNN) memeriksa itu. Kalau ada dugaan petugas terlibat, silahkan diperiksa. Kami tidak akan melindungi petugas yang terlibat dalam kasus narkoba,” tegasnya.

Hermawan mengatakan, pengamanan dan pengawasan sudah dilakukan secara maksimal. Namun, para napi sangat lihai membaca pergerakan petugas yang melakukan pengawasan ataupun ketika ingin melakukan razia ke setiap blok tahanan. “Pergerakkan petugas kita dibaca oleh napi. Tapi petugas kita tak akan pernah mampu membaca pergerakkan para narapidana,” bilang Hermawan.

Sedangkan Kepala Lapas Kelas IA Tanjunggusta Medan, Asep Syarifuddin mengakui kecolongan atas perbuatan Toge.”Toge yang mengendalikan narkoba dari dalam Lapas, kami merasa kecolongan,” kata Asep kepada wartawan di Medan, Kamis (8/2) sore.

Meski mengakui kecolongan, Asep terus membela diri. Dia tak mau sertamerta disalahkan. Alasannya, pihaknya sudah melakukan pengamanan dan pengawasan terhadap narapidana (napi) di dalam Lapas. Mulai pengawasan terhadap peredaran handpone dan narkoba di Lapas yang menjadi pemantauan Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat.”Kalau masalah pengamanan di dalam Lapas, kami selaku petugas sudah mengamankan Lapas dari kerusuhan, perkelahian, dan segala sesuatu yang membuat keamanan di dalam Lapas terganggu,” jelas Asep.

Asep mengatakan, pihak juga melakukan tugas sesuai dengan prosedur. Walau kerap merasa kecolongan dengan pengendalian narkoba menggunakan via telpon selular di dalam Lapas.”Masalah pangawasan terhadap wargabinaan pun demikian. Kami selaku petugas sudah mengawasi wargabinaan dari hal-hal yg dilarang oleh undang-undang.  Kita terus lakukan razia. Jadi semua itu kita sudah diperhitungkan. Razia rutin kita lakukan 2 kali seminggu. Razia insiden tidak tentu, kadang 4 atau 5 kali seminggu,” aku Asep.

Sementera itu, Pengamat Hukum, Muslim Muis mengatakan, sudah pantas dilakukan evaluasi kinerja buruk terhadap Asep, selaku pimpinan di Lapas Tanjunggusta Medan. Ia meminta Kanwil Kemenkuham Sumut untuk mencopot Asep dari jabatannya saat ini.

“Evaluasi, periksa dan copot. Karena, sudah terulang kali terpidana mati atasnama Toge melakukan pengendalian narkoba dari Lapas Tanjunggusta Medan,” tegas Muslim saat dikonfirmasi Sumut Pos, kemarin.

Muslim menduga, Toge tak bisa leluasa mengoperasikan handpone dimilikinya, tanpa ada bantuan dari petugas Lapas sendiri. Apa lagi, Lapas Tanjunggusta Medan memiliki sistem pengamanan secara teknologi seperti X-ray dan Body Scener yang dimilik.”Pastinya, ada bantuan pihak petugas. BNN harus melakukan penyidikan dan pemeriksaan dugaan petugas yang terlibat,” pinta Muslim.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *