PENYERANGAN GEREJA ST LIDWINA DIDUGA JARINGAN TERORIS
Teriakan dan Sabetan Samurai Pecahkan Keheningan Misa
  • Dipublikasikan pada: Feb 12, 2018 Dibaca: 276 kali.

Polri masih menyelidiki motif Suliyono menyerang Gereja Lidwina, Sleman, DIY.


SUMUTPOS.CO – Minggu (11/2) pagi, cuaca di langit Jogjakarta cukup cerah untuk beraktivitas. Seperti halnya umat beragama di Gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman yang sedang melakukan ibadah perayaan Ekaristi.

Sekitar pukul 07.30 WIB, ketika itu, suasana begitu tenang, saat Romo Prier memimpin doa ratusan jemaat yang hadir bersembahyang. Berserah diri, meminta agar umat berpikir meninggalkan perkara-perkara dunianya untuk sesaat.

Namun seketika itu juga, saat suasana hening dan khusyuk berdoa, terdengar teriakan takbir seorang pria masuk membawa sebilah samurai berwarna putih dengan perawakan agak pendek. “Dia teriak-teriak seperti itu (AllahuAkbar),” ucap Ketua Gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog, Sukatno, mengisahkan.

Seketika itu juga suasana langsung pecah. Pria yang diketahui bernama Suliyono, warga asal Krajan, RT 2/1, Kandangan, Kecamatan Pasanggrahan, Kabupaten Banyuwangi, Jatim tersebut langsung mengayunkan samurainya di tengah mimbar menyerang Budijono (44), warga asal Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

loading...