Empat Program BNNP Sumut Berantas Narkoba

Metropolis
Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Marsauli Siregar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Badan Narkotikan Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara akan menggalakkan empat program di Tahun 2018. Tujuannya, agar narkoba di wilayah Sumatera Utara dapat diberantas.

Hal itu disampaikan Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Marsauli Siregar, Selasa (13/2) siang.


Kata Marsauli, empat program tersebut pertama pencegahan, bagaimana memberi informasi kepada masyarakat supaya tidak tergiur dengan pengaruh narkoba.

“Kedua program pemberdayaan masyarakat. Kita mengajak seluruh komponen, untuk bersedia menjadi penggiat dan relawan antinarkoba di seluruh komponen, mulai dari pelajar, mahasiswa sampai pemerintah semua kita ajak,” pungkasnya.

Ketiga disebutnya adalah program rehabilitasi. Pihaknya akan maksimalkan upaya-upaya untuk memulihkan mereka yang menjadi pecandu dan menjadi korban penyalahgunaan narkoba supaya pulih, produktif, dan berfungsi sosial.

Keeempat yakni pemberantasan dengan penegakkan hukum. Bagaimana memutus jaringan kartel itu, mulai dari, pelaksana, kurir sampai ke Big Bos-nya.

“Program kita sudah dituangkan dalam DIPA. Setiap tahun sudah ada disahkan. Kami berpedoman pada itu. Prinsipnya, ada empat garis besarnya,” sambungnya.

Disinggung dari empat program itu yang menjadi paling prioritas, dikatakan Marsauli, keempat program itu bersifat simultan.

Menurut jenderal bintang satu ini, pemberantasan, pencegahan, dan rehabilitasi merupakan satu kesatuan. Oleh karena itu, disebut Marsauli pelaksanaan harus seimbang.

“Itulah konsep kita menghadapi narkoba itu, ” lanjutnya.

Ditanya soal tindakan tegas, menurut Marsauli, itu merupakan ada panduannya. Seperti situasi tertentu. Namun, melalui penindakan yang telah dilakukan diharapnya terjadi penurunan karena mata rantainya sudah ditindak.

“Mungkin akan muncul jaringan baru. Kita berharap agar penindakan yang gencar ini bisa memutus mata rantai. Dengan upaya itu kita berharap terjadi penuurnan suplay narkoba, ” tandasnya.

Direktur Ditresnarkoba Polda Sumut, Kombes Pol Hendrik Marapung yang juga diwawancarai Sumut Pos mengaku dalam menangani kasus narkoba, pihaknya melakukan 3 hal, preemtif, prepentif dan refresif. Namun Hendrik mengaku akan menonjolkan pencegahan dengan melakukan sosialisasi, memberi penyuluhan, membuat plang-plank imbauan kepada masyarakat untuk tidak terlibat dengan narkoba.

“Tahun 2018 kita sudah melakukan penindakan. Bahkan juga tindakan tegas. Dengan begitu kita berharap ada efek jeranya,” ujar Hendrik

Lebih lanjut, dikatakan Hendrik, berdasar analisanya, pelaku bisnis narkoba akan melakukan perubahan pola, tahun 2018.

Begitu juga untuk sasaran pelaku bisnis narkoba, disebut Hendrik sudah tidak lagi melihat usia, status dan lain-lainya. Semua itu karena untung yang begitu besar yang dijanjikan bisnis terlarang itu. Kendati begitu, Hendrik mengaku optimis untuk dapat mencegahnya.

“Kita akan terus meningkatkan juga melakukan pengawasan di wilayah perbatasan tempat rawan peredaran narkoba di Sumatera Utara,” pungkasnya (ain/azw)

loading...