• Eks Napi Ditarik Jadi Relawan, Gaji Didonasikan 10 Persen
LEBIH DEKAT DENGAN WANDA SYAHPUTRA, PENDIRI YAYASAN INSPIRASI BANGSA (2/HABIS)
Eks Napi Ditarik Jadi Relawan, Gaji Didonasikan 10 Persen
  • Dipublikasikan pada: Mar 3, 2018 Dibaca: 278 kali.

Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
POSE: Wanda Syahputra, Pendiri Yayasan Inspirasi Bangsa berpose disela acara Gala Dinner sebuah perusahaan perkakas di Medan, di Hotel Four Point, Sabtu (25/2) malam.


SUMUTPOS.CO – Dari rumah singgah eks napi di Jalan Pondok Surya, Wanda dan Rini banyak menemukan hal baru. Bahkan melalui bendera Yayasan Inspirasi Bangsa, Wanda berkesempatan bertemu dengan orang-orang hebat di Indonesia. Baik itu Menteri Sosial, kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM, pejabat pusat dan daerah serta kalangan masyarakat.

=============================================
PRAN HASIBUAN, Medan
=============================================
Sekarang ini, ada sekitar sepuluh eks napi yang tinggal di rumah singgah mereka. Kebanggaan tiada tara dirasakan Wanda dan istri, lantaran eks napi itu kini sudah memiliki pekerjaan dan diberdayakan oleh perusahaan di Kota Medan.

“Alhamdulillah, selain iNGCO ada Next Salon yang mau menerima mereka untuk bekerja. Dan yang telah bekerja ini menjadi kader serta relawan kami, di mana mendonasikan 10 persen dari gajinya untuk membiayai gerakan ini,” ujar Wanda.

Pola kemandirian yang dibangun Yayasan Inspirasi Bangsa ini, dari eks napi kepada napi. Sebab kalau bukan dari kalangan mereka yang peduli, siapa lagi yang diharapkan. “Di tengah (perusahaan) yang lain tutup mata, kedua perusahaan ini justru mau membuka diri dan mengulurkan tangan,” katanya.

Gerakan sosial dan saling menguatkan para eks napi ini terjalin sejak Desember 2016. Sedangkan Yayasan Inspirasi Bangsa baru berdiri pada awal 2017, sejak Wanda menghirup udara bebas. Dalam rentang waktu setahun itu, yayasan mereka sudah menampung 18 orang di rumah singgah.

“Yang berstatus eks narapidana itu sekarang ada 10 orang. Tapi untuk total penghuni ada 18 orang. Delapan orang adalah masyarakat umum tapi tergolong orang-orang termajinalkan. Ada anak yatim piatu, orang-orang yang memiliki keterbatasan tingkat pendidikan dan lainnya,” kata Wanda.

loading...