Plafon SD 057221 Bolong-bolong
  • Dipublikasikan pada: Mar 13, 2018 Dibaca: 277 kali.

FOTO—BAMBANG/SUMUT POS
PLAFON ATAP: Murid SD 057221 di Kecamatan Tanjungpura, Langkat, mengikuti proses belajar-mengajar di bawah plafon atap sekolah yang bolong-bolong.


LANGKAT, SUMUTPOS.CO -Meski dana alokasi khusus (DAK) untuk dunia pendidikan terus mengalir, masih saja ada sekolah di Kabupaten Langkat yang rusak dan terkesan tidak mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Pemandangan itu terlihat di SD 057221 yang berada di Desa Lalang, Kecamatan Tanjungpura, Langkat. Dari luar memang kondisi sekolah ini tampak baik-baik saja. Namun ketika melihat ruang kelas, kondisinya cukup memprihatinkan serta membahayakan murid dan tenaga pendidik (guru).

Pasalnya, beberapa atap plafon tampak sudah jebol. Demikian juga dengan seng yang terlihat usang dan bocor. Sehingga saat musim penghujan, air masuk ke ruang belajar. Kondisi itupun mengakibatkan proses belajar-mengajar terganggu. Begitu juga dengan beberapa tiang penyangga yang sudah keropos digigit rayap.

Meski demikian, para murid dan guru tampak semangat untuk belajar. Mereka mengabaikan keselamatan mereka untuk mengubah masa depan lebih baik lagi. “Takutlah bang, namanya juga sudah keropos gini. Tapi kami harus belajar dan mesti pintar,”ujar salah satu murid, Anggraini.

Terpisah Kepala Sekolah (Kasek) SD 057221,  M Yunus mengakui ruangan yang rusak itu terdapat pada kelas 1, 2 dan 3. Dan kondisi ini sudah berangsur cukup lama. Bahkan pihaknya sudah melaporkan masalah tersebut ke Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dinas P dan P).

“Sudah tiga kali kita laporkan, namun sejauh ini belum juga ada realisasi perbaikan. Untuk itu, kami harapkan perhatiannya. Memang kalau dilihat dari luar kondisinya baik-baik saja. Namun lihatlah dari dalam dan mohon bantu kami,” harap M Yunus, Senin(12/3).

Diakui Yunus, tahun 2016 ini akan membuat laporan kembali ke dinas Pdan P. Jika memang belum ada juga solusi dan kondisi semakin parah, Yunus akan mengambil tindakan untuk menggunakan kelas 4, 5 dan 6. “Mau tidak maulah bang, kalau memang belum juga ada solusi, terpaksa kelas 1, 2 dan 3 kami kosongkan untuk sementara waktu, jika memang tidak bisa digunakan lagi,” tegas dia. (bam/han)
 
 

loading...