Jalur Alternatif Pasar Laucih Rampung sebelum Puasa
  • Dipublikasikan pada: Apr 12, 2018 Dibaca: 276 kali.

Truk-truk milik Dinas PU Kota Medan melintas di jalur alternatif Pasar Induk Laucih, yang ditargetkan rampung sebelum puasa. (Istimewa)


SUMUTPOS.CO – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan mengklaim terus mengebut pengerjaan jalur alternatif atau jalan tembus, yang menghubungkan Simpang Selayang dengan Pasar Induk Laucih. Pengerjaan jalur ditarget bisa digunakan atau rampung sebelum bulan puasa tahun ini.

Kepala Dinas PU Kota Medan Khairul Syahnan Harahap mengaku, kini akses jalan semakin membaik sehingga memudahkan warga sekitar melintasinya. “Ditargetkan sebelum bulan puasa jalur alternatif sepanjang 700 meter dengan lebar 24 meter sudah dapat digunakan, termasuk kenderaan bermotor,” katanya baru-baru ini.

Menurut dia, pada proses pengerjaan jalur itu sejumlah alat berat diturunkan untuk mendukung pemadatan dan pengerasan jalan. Di samping itu, diikuti dengan pengerjaan drainase untuk mencegah jalan tergenang air ketika turun hujan.

“Selain pengerasan dan pengerjaan drainase, kita juga membuat jembatan untuk menghubungkan Simpang Selayang dengan jalur alternatif. Kita upayakan, jembatan sudah dapat dicor dalam waktu dekat,” ujarnya.

Dikatakan Syahnan, ada dua jembatan yang dibangun untuk menghubungkan jalan tembus dengan Pasar Induk Laucih. Jembatan pertama, persis dekat Pasar Induk. Sedangkan jembatan kedua yang menghubungkan Simpang Selayang dengan jalur alternatif. “Kalau jembatan yang dekat Pasar Induk sudah kita cor. Paling lama sebulan lagi sudah bisa dilalui, termasuk kenderaan bermotor,” akunya.

Syahnan erharap pengerjaan jalur alternatif ini didukung dengan cuaca yang baik. Sebab, dengan cuaca panas yang belakangan ini terus berlanjut maka penyelesaian pengerjaan dapat dilakukan secepatnya. “Pengerjaan akan terganggu jika hujan turun, lantaran tengah melakukan pemadatan dan pengerasan,” ucapnya.

Syahnan menuturkan, apabila sebelum bulan puasa bisa rampung dan digunakan tentunya dapat membantu akses para pedagang di pasar tersebut. Karena, sama-sama diketahui aktifitas jual beli di Pasar Induk cukup tinggi pada saat bulan puasa.

loading...