DIGELAR BERSAMAAN MULAI PEKAN DEPAN
Kampanye Akbar Rawan Gesekan
  • Dipublikasikan pada: Apr 16, 2018 Dibaca: 276 kali.

“Artis merupakan bagian dari kemeriahan kegiatan itu. Yang terpenting visi misi Pak Edy sebagai cagub, dengan membawa isu-isu krusial dan strategis seperti kesejahteraan sosial, tersampaikan kepada seluruh masyarakat Sumut,” katanya.

Sebelumnya, Kabag Humas dan Teknis KPU Sumut, Harry Dharma Putra kepada Sumut Pos mengatakan, penetapan jadwal kampanye akbar ini ditetapkan setelah KPU Sumut menggelar rapat koordinasi dengan tim kampanye kedua paslon, Eramas dan Djoss.

Adapun dasarnya, sesuai Keputusan KPU Sumut Nomor: 74/ PL.03.4-kpt/12/Prov/ III/2018 tentang Jadwal Kampanye Rapat Umum Pilgubsu 2018, tanggal 30 Maret 2018. “Rapat umum itu maksudnya rapat atau kampanye akbar. Jadwal itu sudah disepakati mereka (kedua paslon), lalu kami tuangkan dalam bentuk surat keputusan,” kata Harry Dharma Putra kepada Sumut Pos, Minggu (15/4).

Jadwal rapat umum pertama akan dilakoni Edy-Ijeck yang notabene paslon nomor urut satu, Minggu (22/4) di Kabupaten Asahan. Lalu sepekan mendatang giliran Djarot-Sihar pada 29 April di daerah serupa. Pada lokasi  kampanye akbar terakhir, tepat 23 Juni 2018, kedua paslon akan bersamaan melakukannya. Edy-Ijeck ditentukan di zona Medan B, sedangkan Djarot-Sihar di zona Medan A.

Menurut Harry, mengenai siapa saja tokoh, juru kampanye ataupun artis yang diundang kedua paslon, adalah hak masing-masing paslon maupun tim kampanye. “Itu tergantung mereka (paslon). Kalau di kami hanya menentukan jadwalnya saja,” pungkasnya.

Pengamat politik Agus Suryadi menilai, penetapan kampanye akbar bersamaan pada 23 Juni mendatang sudah melalui pertimbangan matang. KPU Sumut disebutkan pasti sudah meminta pertimbangan dari Polda Sumut. “Yang pasti, semua pihak sudah melakukan koordinasi untuk pengamanan kampanye akbar itu. Saya pikir ketakutan terjadi gesekan tidak beralasan. Apalagi masyarakat Sumut sudah cukup dewasa,” ujar Agus kepada Sumut Pos, tadi malam.

Pengamat dari USU tersebut menambahkan, peluang untuk terjadi gesekan antara pendukung memang bisa terjadi, tapi dalam skala kecil di tingkat bawah. “Bisa saja terjadi gesekan, tapi tidak terlalu besar. Mungkin di tingkat bawah,” tambahnya.

Untuk menghindari gesekan tersebut, Agus menilai tergantung elite politik. Para elite politik diharapkan memberikan pendidikan politik yang baik terhadap simpatisan dan pendukung. “Elite politik jangan memprovokasi sehingga terjadi gesekan,” sebutnya.

Sedangkan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, untuk kampanye akbar 23 Juni yang bersamaan di Kota Medan, Polda Sumut akan memberikan pengamanan khusus. “Sudah pasti akan dilakukan pengamanan khusus,” ungkap Rina kepada Sumut Pos, kemarin malam.

Rina belum bisa memastikan jumlah personel yang akan diturunkan. Namun dia memastikan, semua unit di Polda Sumut akan dilibatkan, termasuk intel. “Soal jumlah personel akan diumumkan. Yang pasti semua pihak akan dilibatkan,” katanya singkat. (prn/mag-1/adz)

loading...