Bom Meledak di Rusunawa Sidoarjo, 5 Orang Jadi Korban
  • Dipublikasikan pada: May 13, 2018 Dibaca: 276 kali.

Foto: Deni Prasetyo Utomo/detik
Rusun Wonocolo, lokasi terjadinya ledakan diduga bom di Sidoarjo.


JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebuah bom meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/5) malam. Ada 5 orang korban akibat ledakan bom. Dua orang sudah berada di rumah sakit.

“Dua orang di rumah sakit,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera saat dihubungi, Minggu (13/5/2018). Sedangkan tiga orang lainnya masih berada di unit Blok B Rusunawa. Polisi belum menjelaskan detail soal kondisi mereka yang terluka. “Yang mau kita turunkan (dari rusunawa) 3 orang,” kata Frans.

Mabes Polri membenarkan bahwa ledakan tersebut terjadi di dekat Polsek Taman Sepanjang. “Benar, ada ledakan lagi di Sidoarjo. Sumber ledakan di salah satu unit Rusunawa Jalan Sepanjang, dekat Polsek Taman. Diduga unit itu didiamin oleh terduga teroris,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal saat dikonfirmasi.

Iqbal mengatakan, orang yang mendiami unit Rusunawa itu adalah keluarga teroris bom bunuh diri di sejumlah gereja di Surabaya, pagi tadi.

Namun, kata Iqbal, pihaknya masih menyelidiki hal itu lebih dalam. “Kami belum tahu ada orang di sana atau tidak. Jadi kamar tersebut, unit tersebut ditinggali oleh terduga pelaku teroris. Kami masih cek apakah itu meledak dengan sendirinya atau ada orangnya di sana yang meledakkan,” ucap Iqbal.

“Belum tahu low atau high explosive. Belum tahu ada korban atau nggak. Ini makanya dicek,” tandas Iqbal.

Pantauan di lokasi, Minggu (13/5/2018), pukul 22.00 WIB, petugas kepolisian, tim inafis hingga TNI masih melakukan identifikasi lokasi ledakan.

Terlihat juga seluruh penghuni rusun sudah dievakuasi dari gedung. Para penghuni rusun berlarian keluar dan menunggu di area parkiran bersama warga sekitar.

Polisi memeriksa lokasi ledakan. Unit rusunawa yang dihuni terduga teroris juga dalam kondisi berantakan. Ditemukan rakitan bom yang sudah meledak. Rakitan bom itu terdiri dari benda berbentuk pipa, gulungan kabel dan dudukan baterai. Belum ada informasi mengenai rinci ledakan bom tersebut.

Polisi masih berjaga di sekitar police line. Para petugas melarang warga masuk ke area Rusun. Ambulans juga sudah berada di lokasi.

Polisi menemukan rakitan bom yang sudah meledak. Rakitan bom itu terdiri dari benda berbentuk pipa, gulungan kabel dan dudukan baterai.


Saksi Mata: Bocah Terluka
Salah seorang warga bernama Kasmadi (50) mengungkap detik-detik ledakan keras dari rusun 5 lantai.

“Kejadian sekitar pukul 20.00 WIB, saya mendengar ledakan cukup keras di blok B. Saya bersama sejumlah warga mencari sumber ledakan yang ternyata di blok B lantai 5,” kata Kasmadi.

Suara ledakan terdengar keras dari kamar Kasmadi yang tinggal di blok A di lantai yang sama. Ia sempat melihat ada seorang bapak yang sekarat, ia juga melihat anak kecil luka parah. Ia melihat ada tas berisi benda mencurigakan.

“Saya melihat beberapa bungkus mencurigakan seperti bom, saya mengimbau warga untuk turun. Saya kemudian lapor polisi,” katanya.

“Setelah itu ada beberapa bahan yang kata Polsek itu berbahaya dan bisa meledak,” imbuhnya.

Tak lama kemudian sekitar pukul 21.00 WIB Polsek datang dan kemudian mengevaluasi warga.

Ledakan terjadi setelah peristiwa bom di 3 gereja di Surabaya. Pelaku pengeboman di gereja merupakan satu keluarga.

Setelahnya polisi menggeledah rumah pelaku pengeboman gereja, Dita Oepriarto. Polisi menemukan bahan-bahan berbahaya pembuatan bom. “Dirakitnya di rumah tersebut,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan. (dtc/bbs/mea)

loading...