Bom Meledak di 3 Gereja di Surabaya
Saksi GKI: Perempuan Peluk Petugas dan Meledak
  • Dipublikasikan pada: May 13, 2018 Dibaca: 278 kali.

Korban bom bunuh diri salahsatu dari tiga gereja yang dibom di Surabaya, Minggu (23/5).


SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Ledakan bom terjadi di 3 gereja di Surabaya. Akibat ledakan ini, 9 orang meninggal dunia dan 39 orang mengalami luka.

Lokasi pertama di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, kedua Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro 146 dan ketiga Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna.

Dari informasi yang dihimpun, Minggu (13/5/2018), ledakan yang terjadi di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) berasal dari bom mobil.

Akibat ledakan di GPPS, dilaporkan 5 mobil dan 30 motor terbakar. 2 Mobil pemadam kebakaran dikerahkan di lokasi. Saaar ini lokasi sudah disterikan oleh petugas kepolisian.

Seorang saksi bom bunuh diri yang meledak di GKI Surabaya, Jalan Diponegoro, Minggu (13/5) pagi  menyebut, seorang perempuan membawa 2 anak meledakkan dirinya di depan halaman.

“Saya sempat melihat 2 orang anak dan ibunya datang membawa 2 tas,” kata satpam, Antonius kepada wartawan di lokasi, Minggu (13/4/2018).

Awalnya, petugas menghadang ibu tersebut di depan pagar halaman gereja sekitar pukul 07.45 WIB. Namun ibu itu tetap mencoba masuk. Tiba-tiba saja ibu itu memeluk petugas.

“Tiba-tiba meledak,” kata Antonius.

Suara ledakan cukup besar, hingga terdengar sampai lima kali.

Kini, Jalan Diponegoro ditutup. Aparat kepolisian menyisir gereja. (asp/dtc)

loading...