Menanti Jurus Maut Mahatir

Catatan
Dahlan Iskan

SUMUTPOS.CO – Video penemuan harta karun Najib Razak beredar luas: timbunan uang, perhiasan, emas-berlian dan warkat-warkat. Yang melihat pun geleng-geleng kepala saking kagumnya.

”Itu hoax,” tulis teman Malaysia saya lewat WA. ”Masak harta Najib cuma segitu hahaha,” tambahnya.

Jadi, video itu tidak benar?

”Video itu benar. Tapi sudah lama. Itu video dalam kasus lain di Sabah,” katanya.

”Kalau mau dibongkar harta Najib bisa 1000 kalinya hahaha,” tambahnya lagi.

Pembuat hoax itu mungkin terinspirasi dari pernyataan pemimpin baru Malaysia, Mahathir Mohamad. Saat ia ditanya soal mega korupsi di 1MDB.

”Yang penting kita usahakan sebanyak mungkin uang itu kembali,” ujar Mahathir.

Bisa juga terinspirasi dari langkah cerdik Mahathir ini: tiba-tiba mengumumkan libur dua hari. Kamis dan Jumat.

Pengumumannya pun dibuat jam 3 pagi. Begitu ada kepastian partai oposisi menang.

Kalau digandeng Sabtu dan minggu berarti libur empat hari. Dengan mendadak libur itu tidak akan ada transaksi di bank. Tidak akan ada transfer uang ke luar negeri. Tidak ada eksodus orang maupun uang.

Semula libur itu dikira hadiah. Untuk merayakan kemenangan oposisi yang begitu menakjubkan. Atau untuk istirahat. Dari kelelahan berjuang all out berminggu-minggu.

Mahathir sadar banyak juga yang tidak suka atas kemenangan koalisi Pakatan Harapan. Pengusaha umumnya pro kepada yang sudah ada. Kalau tidak diliburkan ekonomi bisa guncang.

Hari Kamis itu harga saham bisa rontok. Mata uang ringgit bisa lebih parah: melorotnya. Hari Jumatnya heboh. Kehebohan itu akan menimbulkan iklim jelek bagi kemenangan oposisi.

Dengan libur empat hari Mahathir punya waktu konsolidasi. Hari pertama Mahathir bikin pernyataan: prioritasnya ekonomi dan keuangan.

Ditanya yang lain jawabnya kembali: prioritasnya ekonomi dan keuangan. Mahathir masih dikenang sebagai pemilik berbagai jurus ekonomi.

Dialah penyelamat Malaysia dalam krisis moneter Asia di tahun 1998. Satu-satunya negara Asia Tenggara yang selamat dari krisis. Ekonomi Indonesia pun rontok. Beserta presidennya: Suharto.

Mahathir juga dikenang membangun tanpa berhutang. Memodernkan Malaysia. Meninggalkan jauh Indonesia.

Dari mana Mahathir dapat uang kala itu? Ternyata dari pajak BBM. Mahathir mengakui bahwa dirinya diktator. Tapi, katanya, dialah diktator yang mau jadi pendengar yang baik.

Dan saya tahu Mahathir juga senang membaca. Itulah pelajaran kepemimpinan dari Mahathir. Mau mendengarkan dan mau membaca.

Mau mendengarkan menandakan seseorang punya jiwa keikhlasan. Mau membaca menandakan seseorang memiliki ruang imajinasi yang cukup sebagai lahan subur munculnya ide-ide. Gagasan. Kreativitas.

Kita ingin segera tahu: ide-ide baru Mahathir. Setelah 14 tahun berada di luar pemerintahan.

Ia memang akan membatalkan rencana pemberlakuan GST (Goods and Service Tax). Diganti dengan SST (Sales and Service Tax).

Atau akan meninjau ulang proyek-proyek Tiongkok dan lainnya. Ia nilai terlalu mahal dan membebani.

Misalnya proyek kereta cepat Timur-Barat. Sejauh 630 Km. Yang groundbreaking-nya dilakukan Najib Razak 9 Agustus tahun lalu.

Pinjaman Tiongkok untuk itu USD 13,1 miliar. Atau sekitar Rp 180 triliun. Belum biaya lokalnya.

Ide kereta itu sebenarnya baik. Menghubungkan pantai barat (Port Klang) ke pantai Timur (Kota Bahru). Yang selama ini terhalang pegunungan tengah.

loading...
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *