Gubsu: Jangan Mudah Terprovokasi
  • Dipublikasikan pada: May 16, 2018 Dibaca: 276 kali.

Kapolda Sumut Paulus Waterpau juga mengatakan, saat ini Polri sudah menetapkan status Siaga Satu. Ini berarti seluruh Indonesia meningkatkan personel keamanan di objek-objek vital dan masyarakat diharapkan bisa beraktivitas seperti biasa. “Kita sudah berstatus Siaga Satu, itu berarti kita akan mengerahkan 2/3 personel untuk mengamankan tempat-tempat yang dianggap rawan serangan teroris. Selain itu juga kita bersinergi kepada pihak-pihak terkait agar pengamanan kita lebih maksimal,” ujarnya.

Terpisah, Kapolres Binjai AKBP Donald Simanjuntak didampingi Kabag Ops Kompol Zulkarnaen, Kasi Propam Ipda Riyatno juga melakukan pengecekan langsung kesiapan personel yang bertugas mengamankan Mako Polres Binjai. Personel yang menjaga dilengkapi rompi anti peluru dan senjata laras panjang.

“Kita harus selalu waspada dan siaga. Ketatnya penjagaan Mapolres ini, sesuai instruksi pimpinan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Donald.

Dia mengaku, sudah perintahkan personel jaga untuk waspada hingga melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang ingin masuk ke Mapolres Binjai.”Selalu waspada dan periksa identitas setiap warga yang hendak masuk. Baik menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda empat,” jelas bekas Kasat Intelkam Polresta Medan itu.

Ketua FKUB Kota Binjai H Ahmad Nasir mengutuk keras pelaku pengeboman karena merupakan tindakan yang sangat kejam. “Peristiwa yang terjadi tersebut tidak ada kaitannya dengan agama. Ini adalah tindakan dari orang yang tidak bertanggung jawab. Seluruh pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sangat mengutuk keras kejadian itu karena merupakan tindakan yang sangat kejam,” tegas Ketua FKUB Kota Binjai, H Ahmad Nasir saat menggelar rapat rutin FKUB, di Aula Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Binjai, Senin (14/5).

Penasehat FKUB yang juga Kakankemenag Kota Binjai, H Abdul Manan mengatakan, kondisi yang terjadi saat ini sangat dibutuhkan kewaspadaan dari semua pihak. Baik TNI /Polri hingga seluruh masyarakat, agar tercipta keadaan yang kondusif. Tahun 2018 sampai 2019 merupakan tahun politik, maka sangat dibutuhkan kewaspadaan semua. “Tokoh agama harus mampu mendeteksi kejadian sekecil apapun, jika terjadi gesekan di masyarakat harus disampaikan, agar bisa dicari solusinya bersama,” jelas Kakankemenag.

Sementara, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Binjai, Nasrullah Effendi mengatakan, secara umum kehidupan umat beragama di Kota Binjai dalam keadaan yang tenteram dan damai. Semangat kebersamaan ini harus terus dijaga.

“Semua agama mengecam tindak kekerasan dalam bentuk apapun, kita berharap seluruh pemangku kepentingan di Binjai dapat terus membangun komunikasi melalui dialog lintas agama agar keselarasan dapat terus terjaga,” pinta Nasrullah.

Di lain tempat, Pimpinan Gereja Katolik se-Kota Medam bersama Pastor, suster, Frater, Bruder, TNI, Brimob, Polri serta Ormas menggelar ramah tamah, Selasa (15/5) sore. Kegiatan yang digelar di gedung Chatolic Center, Jalan Mataram, Medan Baru itu juga diisi dengan pernyataan sikap terhadap pemboman 3 Gereja di Surabaya, Minggu (13/5).

Ketua Komisi Kerawan, Yosafat Ivo Sinaga mengatakan kegiatan itu bukan semata-mata karena yang korban adalah Kristen. “Tetapi karena mereka adalah saudara kita. Mereka adalah sahabat kita dan kita mengadakan kegiatan ini adalah bentuk solidaritas kita karena nilai-nilai agama dan nilai-nilai kemanusian telah rusak dan robek karena rasa kebencian yang dilampiaskan dengan kekerasan,” kata Yosafat.

loading...