• Terorisme Bertentangan dengan Isi dan Makna Alquran
Terorisme Bertentangan dengan Isi dan Makna Alquran
  • Dipublikasikan pada: May 24, 2018 Dibaca: 276 kali.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal.


JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Kegelisahan sejumlah orang akan isu Densus 88 yang menjadikan Alquran sebagai barang bukti pengungkapan teroris akhirnya terjawab. Polri memastikan selama ini tidak pernah ada Alquran yang dijadikan barang bukti kasus terorisme.

Ketika beberapa hari terakhir meletus aksi teror di sejumlah tempat, ada netizen yang mengembuskan isu bahwa Densus membawa Alquran sebagai barang bukti saat mengamankan terduga teroris. Bahkan, sampai ada yang membuat petisi di change.org.

Petisi tersebut berjudul, “Alquran Bukan Barang Bukti Kejahatan”. Sayangnya, petisi itu tak mencantumkan sumber dari mana mereka mendapatkan informasi bahwa Densus 88 menjadikan Alquran sebagai barang bukti kasus kejahatan terorisme.

Jawa Pos (Grup Sumut Pos) sempat mendapatkan jawaban terkait hal itu dari Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal, Sabtu (19/5). Dia menuturkan, penyidik Densus 88 Antiteror memahami bahwa Alquran merupakan sumber pedoman Islam sebagai agama yang membawa kedamaian. “Terorisme bertentangan dengan isi dan makna Alquran,” jelasnya.

Terkait adanya petisi di change.org, Iqbal meminta masyarakat tidak mudah terhasut. Sebab, informasi yang dijadikan pijakan untuk mengajukan petisi tidak benar. “Jangan percaya dengan informasi yang ingin memprovokasi,” paparnya. (gun/idr/c6/fat/ala)
 

loading...