Gubernur BI Fokus pada Rupiah
  • Dipublikasikan pada: May 26, 2018 Dibaca: 276 kali.


JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjadikan nilai tukar rupiah sebagai fokus jangka pendek.

Pasalnya, volatilitas rupiah terhadap dolar Amerika Serikat atau USD sejak Februari 2018 cukup tinggi.

Pekan ini saja rupiah sempat berada di level Rp 14.200. Rupiah juga melemah 4,895 persen sejak Januari 2018 secara year to date (ytd).

Berdasarkan referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp 14.205, Kamis (25/5).

”Prioritas jangka pendek stabilisasi nilai tukar,” tutur Perry seusai dilantik di gedung Mahkmah Agung (MA), Kamis (24/5).

BI sendiri sudah melakukan upaya stabilisasi rupiah. Salah satunya dengan menaikkan suku bunga BI 7 days reverse repo rate (BI-7DRRR).

Kedua, dirinya akan mempercepat pendalaman pasar keuangan khususnya untuk pembiayaan infrastruktur. Langkah ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

BI juga mengintervensi di pasar surat berharga negara (SBN) dan valuta asing (valas). Sejak awal tahun, BI telah menyerap SBN milik asing Rp 50 triliun di pasar sekunder.

Perry menyebut ada instrumen kebijakan lain supaya ekonomi tumbuh. Antara lain relaksasi kebijakan makroprudensial untuk mendorong sektor perumahan. Rencana itu akan dilakukan dengan perubahan ketentuan loan to value (LTV).

BI juga akan mempercepat pendalaman pasar keuangan, terutama mendukung sektor infrastruktur.

”Itu dilakukan dengan penerbitan sekuritas untuk pembiayaan obligasi pada sektor pembangunan infrastruktur,” tegas Perry.

“Tentu kami tetap koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lain-lain,” imbuhnya.

Selanjutnya, BI juga akan mendorong perluasan transaksi keuangan secara digital. Apalagi, pemerintah juga terus mengampanyekan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dalam mendukung program pemerintah.

“Keempat adalah memperkuat akselerasi pengembangan ekonomi syariah baik industri halal. Keuangan syariah maupun pengembangan research, serta kampanye gaya hidup halal,” pungkas Perry. (dai/rin/ce1/hap/jpnn/JPC/ram)
 

loading...