HASIL REAL COUNT FORMULIR C1-KWK

Edy-Ijeck Unggul di 17 Daerah

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PERAYAAN_Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah memberikan salam kepada relawan yang hadir di posko pemenangan ERAMAS Jalan Ahmad Rivai Medan, Rabu (27/6).

SUMUTPOS.CO – Kemenangan pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Eramas) dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 tak terbendung lagi. Berdasarkan real count yang dilakukan KPU Sumut, Eramas memperoleh 57,66 persen dan Djarot-Sihar (Djoss) mendapatkan 42,34 persen suara. Bahkan, Eramas memenangi perolehan suara di 17 kabupaten/kota se-Sumut.

Hingga Jumat (29/6) pukul 11.30 WIB, KPU telah mengumpulkan 90,49 persen data untuk real count Pilkada Sumatera Utara 2018. Dari hitungan KPU, paslon Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) mengungguli Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss). Data yang dirilis di situs resmi KPU, paslon Eramas memperoleh 2.978.108 suara (57,66 persen). Sedangkan Djarot-Sihar mendapatkan 2.186.862 suara (42,34 persen).

Total suara yang masuk yakni sebanyak 5.243.190, dengan rincian 5.160.311 suara sah dan 85.669 suara tidak sah. Suara tersebut berasal dari 24.866 yang tersebar di Sumut. Eramas memenangi suara di 17 dari 33 kabupaten/kota di Sumut. Meski data dari seluruh TPS ini bisa digunakan sebagai acuan, namun data real count ini bukan hasil resmi. KPU akan menetapkan hasil resmi pilkada berdasarkan perhitungan suara manual berjenjang.

Hasil real count KPU ini tak jauh beda dengan penghitungan suara yang dilakukan Tim Saksi Eramas. Mereka telah menghimpun 93,07 persen suara real count Pilgub Sumut 2018 melalui formulir C1-KWK. Hasilnya, Eramas menang telak dengan perolehan suara 3.178.581 suara atau sebesar 60,19 persen. Sementara Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) memeroleh 2.101.905 atau hanya 39,81 persen.

“Berdasarkan rekapitulasi saringan C1-KWK dari saksi-saksi kita, sudah masuk suara dari 25.574 TPS, presentasenya 93,07 persen. Hitung manual ini diupdate pada 29 Juni 2018 pukul 00.00 WIB,” kata Penanggungjawab Saksi Tim Pemenangan Eramas, Abdul Rahim Siregar saat menggelar konferensi pers di Posko Pemenangan Eramas, Jalan Ahmad Rivai Medan, Jumat (29/6).

Menurutnya, sisa suara yang belum masuk berkisar 700 hingga 800 ribu suara, atau dari 1.904 TPS. “Rekapitulasi suara yang belum masuk ini disebabkan kondisi wilayah. Seandainya sisa suara ini dianggap pemilih nomor 2, maka kami yakini tidak bisa menyaingi suara Eramas,” kata Abdul Rahim.

Disebutkan juga, Eramas memenangi perolehan suara di 17 kabupaten kota di Sumut, yakni Medan, Deliserdang, Binjai, Langkat, Asahan, Batubara, Tanjungbalai, Tebingtinggi, Serdang Bedagai, Labuhan Batu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Palas, Paluta, Madina, Tapsel, Padangsidimpuan dan Madina.

“Tingkat partisipasi pemilih pada Pilgubsu ini mencapai 5.557.032 atau mencapai 61,41 persen. Ada kenaikan di Pilgub sebelumnya 48 persen,” katanya.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Ketua dan Sekretaris Tim Pemenangan Eramas, Heri Utomo dan Sandri Harahap. “Indikasi kecurangan memang ada kami temukan, antara lain seperti di Sipispis, Deliserdang, Tapteng, dan Sergai. Tapi itu masih dari informasi relawan kita di luar dan perlu kita konfirmasi ke saksi dari PKS yang memang berada di lapangan,” kata Heri Utomo saat disinggung perihal indikasi yang ditemukan timses Eramas saat pemungutan suara.

Sandri menambahkan, pengaduan atau laporan yang pernah mereka serahkan ke lembaga pengawas pemilu tetap dikawal dan menjadi atensi mereka. “Apalagi kita sudah menerima bukti laporan dari Panwas atas pengaduan tersebut,” katanya. (prn/bal)

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *