• Bertahan untuk Pasokan Alasan Pertamina Naikkan Harga BBM
Bertahan untuk Pasokan Alasan Pertamina Naikkan Harga BBM
  • Dipublikasikan pada: Jul 3, 2018 Dibaca: 276 kali.

Sutan Siregar/SUMUT POS
Petugas melayani pembelian Pertalite saat uji pasar di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Jalan Putri Hijau Medan, beberapa waktu lalu. PT Pertamina menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertamax Series dan Dex Series mulai Minggu (1/7) dan berlaku di SPBU seluruh Indonesia.


JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Pertamina menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertamax Series dan Dex Series mulai Minggu (1/7) dan berlaku di SPBU seluruh Indonesia.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito menjelaskan penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex, merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik, di mana saat ini harga minyak dunia rata-rata mencapai 75 dolar per barel.

“Bahan baku BBM adalah minyak mentah, tentunya saat harga minyak dunia naik akan diikuti dengan kenaikan harga BBM. Indonesia merupakan negara pengimpor minyak karena tidak seimbangnya antara supply dan demand, serta kecenderungan permintaan meningkat karena pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Adiatma menambahkan penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex tersebut, dilakukan Pertamina sebagai badan usaha, dengan mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Atas ketentuan tersebut, maka Pertamina menetapkan harga Pertamax untuk wilayah DKI Jakarta Rp 9.500 per liter, sementara Pertamax Turbo Rp 10.700 per liter. Sedangkan untuk Dex Series, ditetapkan harga Pertamina Dex Rp 10.500/liter, dan Dexlite Rp 9.000/liter.

Sementara itu harga Pertamax di wilayah Indonesia Timur seperti di Maluku dan Papua mengalami penurunan menjadi Rp. 9.700/liter.

“Penyesuaian harga ini juga agar Pertamina tetap bisa bertahan untuk menyediaakan BBM dengan pasokan yang cukup sesuai kebutuhan secara terus menerus sehingga tidak mengganggu konsumen dalam beraktifitas sehari-hari dimanapun,” jelasnya.(chi/jpnn/ram)
 

loading...