Abang Tidak Pernah Benar di Matamu Sayang

Hukum & Kriminal SKETSA

SUMUTPOS.CO –  Donwori tak pernah benar di mata istrinya, Karin. Bergerak sedikit mendapat omelan (merepet), hingga membuat Donwori tak betah di rumah.


Meski sering minggat dari rumah, murkah wanita berusia 28 tahun itu tak pernah surut. Tiga tahun bersama serasa seperti neraka.

Donwori (28) menyerah pada hubungan pernikahnnya dengan Karin. Keputusan ini ia ambil lantaran tak tahan lagi jadi bulan-bulanan istri. Tiga tahun menjalani hubungan rumah tangga, Donwori menyerah dan pilih mengakhirinya sampai di sini.

“Tidak pernah ada benarnya aku kalau sama istri. Ada saja yang salah,” ungkap Donwori saat berada di Ruang tunggu pengadilan agama.

Dia menjelaskan, Karin selalu ngomel dan tidak mengenal tempat. Setiap tindakan yang dilakukan Donwori selalu berkebalikan dengan apa yang dimau oleh Karin. Di sinilah Karin selalu marah dan nyinyirin suami habis-habisan.

“Hal sepele banget kok misale aku bantu bersih-bersih dengan cara yang salah, naruh barang di tempat tak seharusnya, kelamaan ngobrol dengan tetangga itu dia sudah marah-marah. Pernah aku belikan sesuatu buat dia, malah kena marah katanya pemborosan,” terangnya.

Belum lagi saat dirinya terlambat menjemput Karin, atau mengenakan pakaian yang lusuh, atau lupa meletakkan barang.

Kemurkaan Karin bakal menjadi-jadi. Donwori menduga, sikap Karin yang semena-mena itu bisa jadi karena awalnya dia tak ingin menikahi Donwori.

Ia memang mengakui saat menikah, Karin sempat beberapa kali menolak lamarannya. Namun karena getolnya Donwori berusaha, Karin akhirnya luluh juga.

“Aku sampek ditolak lima kali, gak tau juga kenapa, apa aku kurang ganteng atau bagaimana,” keluhnya.

Akhirnya, sejak pertama menikah Donwori diperlakukan begitu oleh Karin. Ia sempat berpikiran positif bahwa kedepannya sikap Karin bisa berubah seiring waktu.

Rupanya hal itu hanyalah khayalan belaka. Sebab sikap Karin tetap saja dingin dan semakin dingin, hingga akhirnya Donwori tak betah juga.

“Lama-lama kok aku gak betah juga, suami seharusnya jadi imam, lha aku jadi kalah-kalahan terus. Ya sudahlah, tak lepas saja,” pungkasnya. (jpr)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *