Takuti Korban dengan Pacat, Pemuda di Aceh Barat Cabuli Tiga Bocah
  • Dipublikasikan pada: Jul 7, 2018 Dibaca: 280 kali.

ACEH, SUMUT POS.CO – Aparat Kepolisian Resort (Polres) Aceh Barat, membongkar modus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan MS (31), warga Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Provinsi Aceh.
Cara pemuda yang bekerja serabutan ini agar akal bulusnya bisa berjalan mulus sesuai rencana, yakni menakut-nakuti korban dengan binatang penghisap darah. Al hasil, pelaku berhasil mencabuli tiga korban anak di bawah umur dalam sebulan terakhir.
“Ada tiga korban pelecehan anak di bawah umur yang dilakukan oleh MS,” ujar Kapolres Aceh Barat, AKBP Bobby Aria Prakasa melalui KBO Reskrim Ipda P Pangabean, Sabtu (7/7).
Disebutkan, MS diciduk oleh personel Polres Aceh Barat, usai salah satu keluarga korban membuat laporan ke Mapolres Aceh Barat.
Ipda P Pangabean menerangkan, MS pertama sekali melakukan perbuatan asusila pada tanggal 25 Juni 2018 di Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Saat itu, korban yang baru berumur 6 tahun sebut saja Bunga dilecehkan sampai mengalami pendarahan.
“Karena tidak tahan, korban akhirnya mengadukan kepada orang tuanya. Korban merasa kesakitan saat buang air kecil hingga trauma mental takut melihat orang lain,” sebutnya.
Kemudian, pada tanggal 29 Juni 2018  keluarga korban melaporkan M ke aparat kepolisian. Pada tanggal 30 Juni 2018, petugas menangkap pelaku di rumahnya. “Pelaku dibekuk pertugas tanpa perlawanan,” bebernya.
Dengan modus yang sama, sambungnya, pelaku diketahui juga melakukan aksinya terhadap dua korban lainnya sebut saja  Mawar (6) dan Melati (10) (bukan nama sebenarnya).
Disebutkan, modus pelaku untuk dapat melakukan aksi pelecehan seksual yakni menakut-nakuti korban dengan binatang penghisap darah.
“Dia bilang ke korban bahwa ada pacat (sejenis lintah) di kelamin korban, sehingga anak itu ketakutan. Kesempatan itu digunakan untuk memuluskan niat pelaku itu,” ujarnya.
“Pelaku juga mengancam korban untuk tidak memberitahukan kepada siapapun, kalau diberitahukan ke yang lain, korban akan dipukul oleh si tersangka,” ungkapnya.
Saat ini, tersangka sudah dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Aceh Barat. Ia dikenakan pasal 47 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan ancaman Uqubat Ta’Zir.
“Penjara 90 bulan, denda 900 gram emas atau cambuk sebanyak 90 kali,” pungkasnya.(zal)

 

loading...