• 13 Nisan Makam Belanda di Aceh Patah
13 Nisan Makam Belanda di Aceh Patah
  • Dipublikasikan pada: Jul 10, 2018 Dibaca: 276 kali.

Foto: Nisan makam bertumbangan (agus/detikcom)


ACEH, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 13 nisan berbentuk salib di kuburan serdadu Belanda di kompleks Kerkhof Peucut Banda Aceh, Aceh patah. Belum diketahui penyebabnya. Hingga kini, puing nisan tersebut masih berserakan di lokasi.

Pantauan di lokasi, nisan-nisan yang mengalami kerusakan ini terletak di dalam salah satu sudut kompleks Kerkhof. Bentuk salib pada nisan patah dan terpisah dari kuburan. Petugas belum memindahkan sisa-sisa patahan tersebut. Lokasi nisan yang hancur ini memang saling berdekatan.

“Jumlah nisan yang rusak berjumlah sebanyak 13 unit. Kami tahu kejadian pagi kemarin (Senin 9 Juli) saat kami masuk kerja,” kata Kepala Satpam Kerkhof Peucut Akmal saat ditemui di lokasi, Selasa (10/7/2018).

Setelah mengetahui adanya kerusakan ini, petugas jaga selanjutnya melapor ke Dinas Pariwisata Aceh. Menurut Akmal, pihaknya belum mengetahui penyebab pasti hancurnya belasan nisan tersebut.

“Sementara kami menyimpulkan bahwa disebabkan oleh faktor angin atau dugaan adanya pengrusakan dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Saya tidak menuduh seseorang atau sekelompok. Memang banyak dugaan dan kemungkinan terjadi. Karena kami lihat yang kami simpulkan hal ini bisa jadi disebabkan oleh faktor angin dan orang tidak bertanggung jawab atau orang gila,” jelas Akmal.

Petugas jaga di sana bertugas mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB sore. Sementara malam hari, pintu dikunci dan tidak ada petugas jaga. Menurut Akmal, pihaknya menduga kerusakan itu terjadi malam hari.

“Kami masih mencari tahu apa penyebab rusaknya makam di situs sejarah ini,” ungkap Akmal.

“Kalau melihat kondisinya ada kuburan lama yang belum direhab. Sebagian miring dan rapuh akibat faktor usia. Belum pernah terjadi (kerusakan) yang ada kuburan-kuburan sebagian belum renovasi seperti pengecatan ataupun kuburan itu sendiri. Untuk jumlah setahu saya sekitar 2.200 jiwa,” kata Akmal.  (asp/dtc)

loading...