Mobil Pelaku Perampokan Bank BTPN Plat BB
  • Dipublikasikan pada: Jul 12, 2018 Dibaca: 278 kali.

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
BANK_Petugas kepolisian keluar dari bank BTPN di Jalan Tembung pasar IX, Medan Batangkuis, Selasa (10/7) Bank tersebut di rampok Selasa (10/7) Pagi, Perampok berhasil berhasil membawa uang Sekitar Rp 151 juta.


MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sehari pascaperampokan bank oleh komplotan bersenjata di Bank BTPN di Jalan Pasar IX,  Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Selasa (10/7) pagi, Poldasu berhasil mengidentifikasi plat mobil yang digunakan pelaku. Platnya bernopol BB.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengatakan, mobil berplat BB yang digunakan pelaku, teridentifikasi sebagai milik seorang wanita, warga Kota Medan. “Kita masih kita mencari tahu, apakah mobil itu milik pelaku, atau hanya dipinjam dan dirental,” jelas Andi, Rabu (11/7).

Berdasarkan data yang diperolehnya, jumlah pelaku perampokan  ada tiga orang. Identitas para pelaku masih tahap penyelidikan.”Para pelaku masih dalam tahap pengejaran,” pungkasnya.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, pasca terjadinya peristiwa perampokan tersebut, Polda Sumut langsung membentuk tim penyelidikan.”Tim melibatkan Polda Sumut, Polrestabes Medan dan Polsek setempat,” ungkapnya.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa kasir bank BTPN, Leli Hasibuan (25) serta Security BTPN, Alfisyar (31).

Hingga Rabu (11/7) sore, polisi berpakaian preman  masih berada di dalam bank penyalur dana pensiunan itu guna mengumpulkan bukti-bukti. Tampak, sejumlah pegawai, teller dan sekuriti yang ditodong pelaku, tetap beraktivitas seperti biasa di dalam gedung bank.

Aktivitas warga sekitar tetap normal. Warung internet (Warnet) yang berada di sebelah kiri bank tetap buka dan ramai pengunjung. Begitu pula toko di sebelahnya, tetap beroperasi.

Kapolsek Percut Seituan Kompol Faidil Zikri mengatakan, pihaknya akan membuka garis polisi pada hari Kamis. Hal itu dilakukan agar bank bisa melayani pembayaran gaji pensiunan. “Kita persilahan mereka buka hari Kamis ini untuk melayani nasabahnya,” ujarnya.

Mengenai pengejaran pelaku, tim terus bekerja mengumpulkan keterangan, bukti, dan petunjuk guna mengejar pelaku. Ada yang pergi ke lapangan, sebagian masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi.

Hasil analisisnya, pelaku cukup profesional dan terlatih. Soalnya, meski hanya sendiri melakukan aksinya, pelaku hanya butuh tiga menit untuk mengangkat cash box yang terletak di balik meja teller bank.

“Jadi begitu pelaku masuk, sekuriti yang ada di luar disuruh masuk. Kemudian, teller ditodong dan disuruh balik mundur dari balik meja teller. Tampak dari rekaman CCTV yang mengarah ke dalam bank, pelaku tanpa ragu langsung mengangkat cash box yang ada di sebelah kanan sisi meja teller,” tutur Faidil.

Diketahui, sebelumnya uang Rp151 juta di dalam cash box itu dibawa kabur para perampok. Bank itu hanya beroperasi 10 hari dalam sebulan. “Menurut keterangan karyawan bank, uang itu baru diambil beberapa hari lalu dari kantor utama di Jalan Putri Hijau. Sebelumnya uang yang ada di cash box Rp159 juta, karena sudah ada transaksi sebanyak tiga kali oleh nasabah,” ungkapnya.

Terkait senjata diduga pistol yang digunakan pelaku, dirinya belum meyakini kalau benda itu adalah senjata api. Sebab, sekuriti tidak melawan ketika ditodong pistol. “Kita tidak tahu apa itu benar-benar pistol atau bukan. Soalnya sekuriti tidak melawan. Tapi kalau dia melawan, pasti pistol diletuskan dan mengundang perhatian warga. Tapi ya gak bisa kita salahkan juga, orang awam ditodong pistol begitu pastinya sudah takut duluan. Jadi saat ini itu masih kita telusuri,” terangnya.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha yang ditanyai terkait pengejaran tersangka perampok bank itu mengaku, masih melakukan pengembangan. “Kita lagi di lapangan mengumpulkan bukti petunjuknya,” kata dia.

Abaikan Prosedur Keamanan
Lembaga pemantau kepolisian, Polri Watch, Abdul Salam Karim menilai, banyak hal prosedur keamanan yang diabaikan pihak bank. Sebab, hanya dengan seorang diri pelaku beraksi di dalam bank dan bisa dengan mudah merampok. Ini cukup jadi pertanyaan.

“Ini ‘kan agak aneh. Kenapa sekuriti tidak melawan, sedangkan pelakunya satu orang saja yang turun. Sekuriti itu pastinya kan sudah dibekali pelatihan bela sebelum menjadi pengaman. Kemudian, kabarnya tidak ada CCTV yang mengarah ke hadapan luar bank. Tentunya ini menyulitkan polisi untuk melihat langsung ciri-ciri mobil dan pelakunya. Menurut saya pengamanannya tak sesuai SOP,” kata pria yang akrab disapa Salum.

loading...