PERAMPOKAN BANK BTPN
Wajah Pelaku Tak Jelas di CCTV
  • Dipublikasikan pada: Jul 13, 2018 Dibaca: 378 kali.

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
BANK_Petugas kepolisian keluar dari bank BTPN di Jalan Tembung pasar IX, Medan Batangkuis, Selasa (10/7) Bank tersebut di rampok Selasa (10/7) Pagi, Perampok berhasil berhasil membawa uang Sekitar Rp 148 juta.


MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski polisi berhasil mengidentifikasi plat mobil bernopol yakni nopol BB yang digunakan pelaku perampokan bank BTPN di Jalan Pasar IX,  Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, polisi masih kesulitan mengungkap identitas ketiga pelaku. Wajah pelaku tak terlihat jelas di Closed Circuit Television (CCTV) milik warga.

Dalam rekaman CCTV milik warga yang disita polisi untuk mendukung penyelidikan, kejadian terekam dari seberang bank BTPN, dan gambarnya tidak begitu jelas. “Kamera kan jauh, jadi tidak begitu jelas wajahnya. Cuma dalam CCTV itu pelaku berjumlah 3 orang memakai topi dan penutup mulut. Satu pelaku menggunakan senpi keluar dari bank dengan membawa kotak yang uang sebesar Rp164 juta,” aku Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, kepada wartawan, Kamis (12/7).

Sedangkan berdasarkan keterangan 4 orang saksi yang diperiksa, lanjut Tatan, pelaku berjumlah 3 orang. Salah satunya menggunakan senpi, sedangkan 2 orang menunggu di mobil. “Ditkrimum sampai hari masih bekerja menyelidiki ketiga pelaku perampokan itu,” kata Tatan.

Kapolsek Percut Seituan Kompol Faidil Zikri yang ditanya ada dugaan keterlibatan orang dalam, tak mau berspekulasi. “Dari hasil penyelidikan yang kita lakukan, sejauh ini belum ada keterlibatan orang dalam. Untuk mencari tahu keberadaan para pelaku, saat ini pihak kita sedang melakukan lidik dari unit Reskrim Polsek Percut bergabung denga Sat Res Polrestabes Medan dan Poldasu,” ujar Faidil, Kamis (12/7).

Setidaknya, sudah tiga orang diperiksa. Ketiganya merupakan karyawan bank tersebut dan seorang sekuriti yang ditodong senjata diduga pistol oleh pelaku. “Apa yang kita tanyakan ke mereka itu teknis. Intinya kita belum bisa menyimpulkan begitu,” katanya.

loading...