Ngogesa Larang DPD II Lakukan Penolakan

Enggan Respon Kekecewaan Ngogesa

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD  Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tanjung enggan merespon pernyataan Ngogesa Sitepu paskadidepak dari jabatan Ketua Golkar Sumut. Menurut dia, saat ini dirinya hanya ingin fokus mengurus kadernya mendaftar sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) se Sumut, di masa pendaftaran terakhir kemarin.

“Mohon maaflah saya gak mau tanggapi itu dulu. Saya ingin buktikan dengan kerja, bahwa pada hari ini kami datang ke KPU untuk mendaftar (bacaleg, Red),” katanya kepada Sumut Pos di Kantor KPU Sumut, Jl. Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa (17/7) malam.

Dia tak menampik bahwa salah satu persoalan kenapa keputusan DPP Partai Golkar itu terbit, karena ada ketidakberesan pemberkasan bacaleg untuk Pemilu 2019 di seluruh kabupaten/kota di Sumut.

“Setelah ini kalau mau tanggapi soal itu (pernyataan Ngogesa, Red), nanti kita jumpa lagi. Saya akan sampaikan pendapat saya. Mohon maaf ya, kami mau fokus dulu untuk pendaftaran bacaleg,” tegasnya.

Bahkan saking sibuknya mengurus dan mengakomodir kepentingan kader sebagai bacaleg, ia mengaku sampai lupa bahwa urusannya sendiri belum selesai. “Saya juga sebenarnya mendaftar caleg, tapi karena sibuknya hari ini (Selasa) masih ada yang perlu dilengkapi. Untung semuanya masih bisa terpenuhi. Itulah kenapa pentingnya urusan ini (bacaleg) diakomodir,” pungkasnya.

Ngogesa Sitepu sebelumnya langsung bereaksi atas pencopotan dirinya dari jabatan Ketua Partai Golkar Sumut. Lewat akunnya di Instagram, Senin (16/7), Ngogesa menjelaskan pencopotan ini adalah berkah.

Ya, dia dipecat Minggu (15/7) dengan alasan lambatnya mengajukan nama-nama caleg ke DPP Partai Golkar. Ahmad Doli Kurnia Tandjung pun ditunjuk menjadi Plt Ketua DPD Golkar Sumut. “Menyikapi berita tentang pencopotan saya dari Ketua DPD Golkar Sumatera Utara, saya ingin menyampaikan kepada kader Golkar, bahwa bagi saya masalah ini merupakan berkah dari Allah dan banyak memberikan pelajaran dan sikap,” ungkap Ngogesa.

Dijabarkannya dari segi ekonomi, dia merasa diuntungkan, meskipun tidak bisa dipungkirinya juga merasa dirugikan dari segi politik. “Sebab keputusan DPP Golkar ini seperti mengada-ada, karena tidak sesuai dengan peraturan yang ada dan seolah diciptakan kesalahan yang dibuat-buat untuk saya. Saya disalahkan atas permasalahan keterlambatan penyusunan caleg, padahal secara tahapan penyusunan caleg telah dilakukan sesuai aturan dan masih ada batas waktu,” bebernya.

Dia menegaskan sudah 31 tahun bersama Partai Golkar dan tahu betul aturan-aturan penyusunan caleg ini, begitu juga Sekjen Irham Buana Nasution yang dulunya pernah menjabat sebagai Ketua KPU Sumatera Utara Dua Periode yang sudah pasti paham betul aturan keterlambatan penyusunan caleg ini. (ted/bam/prn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *