PSMS Terancam Kehilangan Frets

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Frets Butuan caoba melewati hadangan pemain Bhayangkara FC, TM Ikhsan di Stadion Teladan Medan, beberpa waktu lalu.  Frets masih memperkuat tim Kostrad menghadapi Pekan Olahraga Angkatan Darat (Porad).

SUMUTPOS.CO – PSMS masih tanpa Frets Butuan saat laga kontra Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (18/7) mendatang. Ini kedua kali beruntun Frets tak memperkuat PSMS. Itu dikarenakan Frets masih memperkuat tim Kostrad menghadapi Pekan Olahraga Angkatan Darat (Porad).

Sebelumnya Frets sempat minta izin untuk tampil di laga kontra Madura United. Namun setelah itu Frets belum lagi terlihat bergabung dengan PSMS.

Bahkan ada kemungkinan Frets tak lagi bersama tim. Pasalnya ada beberapa pemain TNI dari Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang akan dikembalikan ke kesatuannya. Kemungkinan ke PS Tira.

“Kemarin Pak Edy minta semua pemain angkatan darat dibalikkan lagi ke kesatuan. Tapi nanti kami bicarakan lagi,” ujar CEO PSMS, Doddy Taher.

Saat ini, ada Frets Listanto Butuan, Fredyan Wahyu, Muhammad Alwi Slamet, juga Dani Pratama yang Kostrad. Dari nama-nama ini, manajemen berharap Frets masih bisa memperkuat tim. “Frets sayang (kalau dibalikkan). Nanti kami akan bicarakan lagi,” timpalnya.

Sejatinya, sinyal bakal ditariknya kembali pra pemain ini sudah terlihat dalam beberapa partai terakhir PSMS. Frets dan Alwi serta Dani kerap absen membela tim demi bermain di Pekan Olahraga Angkatan Darat (Porad).

Mereka juga tak diturunkan saat PSMS kalah telak 1-3 dari Persipura di Stadion Teladan. Nama mereka juga tak ada dalam daftar pemain yang dibawa ke Persebaya Surabaya. Hanya Fredyan satu-satunya yang dibawa.

Sejatinya, tak hanya keduanya yang berstatus abdi negara. Ada dua lainnya, seperti Abdul Rohim, Erwin Ramdani, dan Suhandi. Namun, dari pembicaraan terakhir, lanjut Doddy hanya yang Kostrad diminta kembali.

Sementara itu, dengan masuknya tiga pemain lokal yang sudah teken kontrak kemarin, Rahmad Hidayat, Ramadhan Saputra dan Marko Kabiay, maka menjadi sinyal buat pemain lokal lainnya untuk masuk dalam daftar evaluasi pendepakan.

Pasalnya, kata Doddy, pihaknya akan memasukkan 7-8 pemain. “Syarat enggak boleh lewat 25 pemain, jadi ada yang masuk ini, maka ada yang akan keluar. Kita pakaipun kalau tidak bisa didaftarkan untuk apa? Namun siapa yang akan dibuang, penentuannya pelatih,” ungkapnya. (don)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *