Butler Siapkan Perombakan

Peter Butler saat berkonsultasi dengan tim pelatih.

SUMUTPOS.CO – Laga PSMS kontra Persebaya yang berakhir dengan kekalahan 0-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (17/7) malam menjadi debut perdana Peter Butler. Namun pelatih asal Inggris itu tentu tak bisa berbuat banyak karena baru tiba dua hari di PSMS dan langsung memimpin tim.

Meski kalah, hasil laga itu menjadi ladang evaluasi bagi Butler untuk membentuk tim yang lebih baik. Bisa dibilang dari laga ini, Butler akan menentukan pemain yang akan dipertahankan atau tidak.

“Saya evaluasi pemain dari sekarang. Kalau pemain baru masuk, kita harus adil evaluasi kepada pemain. Bikin keputusan penting untuk PSMS, PSMS Medan besar,” ujar Peter.

Butler sadar posisi PSMS di dasar klasemen adalah tantangan berat baginya. Namun mantan pelatih timnas Botswana itu juga menyebut, di Liga 1, tidak ada tim yang punya kualitas lebih dibanding tim lainnya. Yang ada hanya pemain yang lebih menonjol.

“Tidak ada tim yang kualitas, semua lumayan. Paling ada pemain yang punya kemampuan individu. Yang jelas untuk perbaiki tim ini, kita perlu ganti ini, ganti itu, masukkan ini. Jangan khawatir, saya lihat (hadapi) situasi ini berulang kali,” ucapnya.

Kemungkinan pasca laga kontra Persebaya atau pasca putaran pertama, Butler akan melakukan pencoretan kepada pemain yang minim kontribusi. Sebelumnya manajemen sempat membocorkan beberapa nama, tapi tetap harus sesuai kebutuhan Butler.

Selain itu PSMS juga belum menggunakan tiga amunisi barunya. Marco Kabiay, Ramadhan Saputra dan Rachmat Hidayat kemungkinan baru akan debut di laga kontra PSM Makassar.

Butler tentu butuh masukan dari Suharto AD yang meski baru sebentar menangani tim tapi cukup tahu karakter permainan PSMS karena bolak-balik menangani tim ini. Suharto AD, mengamini ada kesamaan gaya antara dia dan Butler. gaya Suharto dengan Butler. “Sama yang kami buat,” ucapnya.

Sementara amunisi baru PSMS, Marco Kabiay juga tertantang untuk mengangkat PSMS dari dasar klasemen. “Meski berada di dasar klasamen itu sebuah tantangan. Saya sudah biasa di beberapa tim yang pernah saya bela. Seperti Arema pada waktu iti begitu juga, tapi bisa bantu mereka juga. Ini juga yang membuat saya memilih PSMS,” tuturnya.

Terakhir ia membeberkan menginginkan jam bermain yang lebih baik ketimbang di Persija yang hanya diberi waktu bermain satu kali penampilan di Liga 1 dan satu kali di AFC Cup.

“Itu juga salah satu faktor saya pindah, tentang menit bermian juga. PSMS tim yang besar, disini saya berharap dapat kesempatan bermain dan bisa bantu, bawa PSMS keluar dari zona degradasi,” tutupnya. (don)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *