Gelombang Laut Jebol Tembok Rumah Warga di Aceh

Aceh Nusantara
Foto: Istimewa
Rumah warga mengalami kerusakan usai diterjang gelombang laut.

ACEH, SUMUTPOS.CO – Gelombang tinggi terjadi di perairan Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh. Tinggi gelombangnya antara 2,5-4 meter. Fenomena ini mengakibatkan kerusakan. Bahkan ada tembok rumah warga yang hingga jebol diterjang gelombang laut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulang Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek mengatakan, gelombang pasang mulai terjadi mulai pukul 04.00 WIB. Terjangan gelombang tinggi yang mencapai daratan merupakan kali pertama pad bulan ini.


Sedikitnya dua desa di dua kecamatan terdampak gelombang tinggi. “Terjadi gelombang pasang di Desa Lhok Paoh, Kecamatan Sawang, dan Desa Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan,” sebut Teuku seperti dikutip dari JawaPos.com di Banda Aceh, Kamis (26/7).

Gelombang laut tinggi mengakibatkan sejumlah rumah warga alami kerusakan. Jumlah pastinya belum diketahui. Hingga kini, petugas Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan masih melakukan pendataan di lapangan.

“Beberapa rumah di dua kecamatan tersebut mengalami kerusakan karena terhempas gelombang pasang. Korban terdampak masih dalam pendataan dan korban meninggal nihil,” jelasnya.

Foto: Istimewa
Gelombang tinggi di perairan kawasan Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh.

BPBD Aceh Selatan terus memantau cuaca dan mengumpulkan informasi terkait dampak bencana. Sejumlah petugas masih disiagakan di beberapa lokasi untuk memonitoring kondisi terkini.

Selain Aceh Selatan, gelombang tinggi juga menerpa dua desa di wilayah Abdya. Yakni, Desa Palak Kerambil dan Desa Ladang, Kecamatan Susoh. Gelombang tinggi mulai terjadi sekira pukul 06.00 WIB.

“Angin bertiup dengan kecepatan tinggi di sekitar perairan pantai Barat Selatan Aceh. Memicu terjadinya gelombang tinggi berkisar antara 2,5- 4 meter,” ujar Teuku.

Kondisi ini berdampak buruk pada pesisir atau bibir pantai di kawasan Desa Palak Kerambil dan Desa Ladang, Kecamatan Susoh. Sejumlah rumah warga yang dijadikan pondok atau kantin di lokasi tersebut rusak dihantam ombak. “Kantin wisata di sekitar pesisir pantai tersapu ombak dan digenangi air laut. Jumlah dalam pendataan,” tambahnya.

BPBD Abdya bersama Muspida dan Muspika sudah melakukan koordinasi dan komunikasi terkait kondisi terkini di lapangan. Petugas juga melakukan tindakan penyelamatan dan evakuasi di lokasi kejadian terdampak.

“Melakukan monitoring langsung di lokasi terdampak. Melakukan peringatan kewaspadaan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi,” tandasnya. (mal/JPC)

loading...