7 Calhaj Sumut Dirawat di Madinah
  • Dipublikasikan pada: Aug 4, 2018 Dibaca: 378 kali.

MEDAN- Hingga hari ke-13 pemberangkatan jamaah calon haji Embarkasi Medan, sedikitnya tujuh jamaah asal Sumatera Utara menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah. Hal ini disampaikan Kabid Dokumentasi Kanwil Kemenag Sumut, Erri Nova kepada wartawan, di Asrama Haji Medan, Jumat (3/8) Disebutkannya, ketujuh jamaah calhaj tersebut yakni Suhardiyono Sastro Amijoyo (64), yang tergabung dalam Kloter 4, dirawat di KKHI sejak 29 Juli 2018.

Kemudian, Irsan Ali Imran Ruban (54), jamaah dari Kloter 1, dirawat di Sektor 2 Madinah sejak 30 Juli. Dedi Sofyan Rozali (44), jamaah kloter 4 dan Paisah Junaidin Rangkuti (58) jamaah kloter 3, dirawat di KKHI sejak 1 Agustus.

Kemudian ada Nurdin Zakaria Ritonga (63) asal kloter 5 dan Saikem Wongso Karto (64) jamaah kloter 8, dirawat di KKHI sejak 2 Agustus. Dan terakhir, Faridah Partiman Yahaman (53), yang tergabung dalam kloter 11, dirawat di KKHI sejak 3 Agustus. “Semua jamaah yang sakit ini dirawat di KKHI dan sektor 2 Madinah. Namun jika sakit berat, akan dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi,” ungkap Erri.

Dia juga mengungkapkan, jumlah jamaah calhaj Embarkasi Medan yang sudah tiba di Arab Saudi hingga kemarin ada 11 kloter atau 4.237 orang. Dari jumlah itu, 2.689 orang atau 7 kloter sudah berada di Mekkah dan 1.542 jamaah atau 4 kloter masih berada di Madinah.

Selain itu, ada juga calhaj yang belum berangkat ke Tanah Suci harus dirujuk dan menjalani perawatan di RS Haji Medan. Hal itu disampaikan Wakil Kepala Pemeriksaan Kesehatan Haji di Poli Asrama Haji Medan dr Rahmat Ramadhan. Menurutnya, ada 8 orang yang kini dirawat di RS Haji Medan.

Dua jamaah diantaranya mengalami Anemia, dan enam jamaah lainnya sedang menjalani pemeriksaan laboratorium untuk memastikan, apakah TB Paru atau tidak. “D jamaah yang anemia sudah dilakukan transfusi dan akan dilihat, apakah HB di atas 9,5 g. Kalau diatas itu, bias berangkat,” katanya.

Sedangkan enam jamaah haji, jelas Rahmat, dirujuk ke RS Haji untuk memeriksa ulang dan memastikan apakah TB Paru atau tidak. Kalau hasil pemeriksaan laboratorium hasilnya negatip maka diberangkatkan menunaikan ibadah haji.

21 Jamaah Wafat
Sementara hingga kemarin, 21 jamaah calhaj telah wafat di Tanah Suci. “Penyebab wafat terbanyak adalah Cardiovascular disease (13 orang). Lokasi wafat terbanyak di pondokan atau hotel sebanyak 8 orang,” jelas Kepala Bidang Kesehatan Arab Saudi, Melzan Dharmayuli.

Melzan mengingatkan agar jamaah selalu memperhatikan kesehatannya. “Banyak minum, cukup istirahat, dan hubungi TKHI di kloter masing-masing untuk rutin memeriksa kesehatan,” katanya.

Memasuki hari ke-17 Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Arab Saudi, jumlah jamaah calon haji Indonesia yang dirawat jalan sebanyak 36.502 orang terdiri dari  36.304 jamaah rawat jalan di Kloter oleh Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan 198 jamaah dirawat jalan di Bandara oleh tim mobile.

Pelayanan kesehatan, selain diberikan oleh TKHI dan Tim Mobile, juga dilakukan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) baik di Madinah maupun di Makkah. KKHI Madinah telah menerima 181 rujukan, dan saat ini sedang merawat inap 26 jemaah. Sementara KKHI Makkah telah menerima 67 rujukan, 43 jamaah diantaranya masih dirawat di KKHI. (man/bbs)

loading...
TAGS :